RSS Feed     Twitter     Facebook

Cara Kiai Nashiruddin Kembangkan Pesantren Tarbiyatul Banin

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 7 views    Font size:
Cara Kiai Nashiruddin Kembangkan Pesantren Tarbiyatul Banin

(republika.co.id)-CIREBON; Sebelum 1980an, banyak warga Cirebon, Majalengka dan Indramayu yang memondokan anaknya ke Ponpes Mamba’ul Hisan di Sidayu, Gresik. Rata-rata santri yang mondok berusia 6-7 tahun.

 

Seiring berjalannya waktu, wali santri dari Cirebon, Majalengka dan Indramayu itu bermusyawarah dan mendorong ulama di Cirebon dapat mendirikan pesantren yang fokus pada anak usia dini.

 

“Ada gagasan wali santri pada intinya ingin di Cirebon didirikan pesantren kanak-kanak. Lalu sepakat dan matur pengasuh Mamba’ul Ulum yaitu Kiai Muhammad Sofwan, beliau setuju” kata pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin Cirebon, KH Abdul Mujib saat berbincang dengan Republika,co.id  (24/9).

 

Masyarakat mendorong KH Nashiruddin Shiddiq agar dapat merealisasikan pesantren bagi anak usia dini di Cirebon. Atas dorongan itu dan setelah bermusyawarah dengan ulama di Cirebon, Kiai Nashiruddin mendirikan pesantren bagi anak usia dini di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Cirebon 1989.

 

Menurut Kiai Abdul Mujib awal berdirinya santri yang mengaji sekitar 15 santri. Para santrinya yatim piatu dan berasal dari keluarga dhuafa. Kala itu, Kiai Nashiruddin mendidik santri-santrinya di rumahnya. Seiring berjalannya waktu, Kiai Nashiruddin dapat wakaf tanah agar bisa mengembangkan pesantren dan diberi nama Pesantren Tarbiyah Banin.

 

“Maka didirikanlah pesantren, tak hanya anak yatim piatu saja tapi juga berkembang pada masyarakat sekitar yang ingin mengaji,” katanya.

 

Kini, Pesantren Tarbiyatul Banin berkembang pesat. Total santrinya 1300 santri. Juga didirikan lembaga formal mulai yakni TK, Tsanawiyah (1997), SD (1999), Aliyah (2000), dan Akademi Analis Kesehatan (2003), serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (2014). Menariknya, Kiai Nashiruddin mampu memajukan pesantren yang dirintisnya dari hasil ia berbisnis tebu.

 

Kala itu, Kiai Nashiruddin memulai bisnis tebu dengan menyewa lahan Bain dari warga maupun pemerintah. Lambat laun, usahanya mengalami peningkatan. Dari situ, Kiai Nashiruddin mampu mengembangkan Pesantren Tarbiyatul Banin.  Menurut Kiai Mujib, itu dilakukan Kiai Nashiruddin agar pesantrenya dapat mandiri.

 

“Beliau mempunyai satu ini, ingin mendirikan pesantren yang tidak meminta bantuan,  akhirnya terwujud sampai sekaran,” katanya.

 

(Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko;  Bahan  dari :  https://www.republika.co.id/berita/pybpic313/cara-kiai-nashiruddin-kembangkan-pesantren-tarbiyatul-banin)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code