RSS Feed     Twitter     Facebook

Ketulusan Syekh Surkati Berjuang Di Tanah Jawa

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 8 views    Font size:
Ketulusan Syekh Surkati Berjuang Di Tanah Jawa

(republika.co.id)-JAKARTA; Wakil Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Al-Islamiyah, Ustaz Zeyd Ammar menceritakan ketulusan Syekh Surkati berjuang di Tanah Jawa. Syekh Surkati sebagai mufti di Makkah. Kedudukan yang tak mudah didapat itu rela ditinggalkannya demi berjuang di Pulau Jawa.

 

“Syekh Ahmad Surkati satu-satunya bukan orang Arab Saudi jadi mufti, dia tahu keadaan Indonesia saat itu lebih terbelakang dari Makkah, Indonesia masih terjajah, miskin, dan banyak penganut mistisisme, tapi beliau mau ke Indonesia untuk berjuang,” kata Ustaz Zeyd saat diwawancarai Republika, (17/9).

 

Syekh Surkati pernah mengatakan sel-sel darah di tubuhnya sudah jadi unsur-unsur Indonesia. Maka, secara tidak langsung Syekh Surkati menyatakan dirinya sebagai orang Indonesia. “Pernyataannya itu mengandung pesan nasionalisme,” ujar dia.

 

Melalui gerakan pendidikan, Syekh Surkati ikut menyadarkan pemuda agar memiliki rasa nasionalisme dan ingin merdeka dari kolonialisme. Baginya manusia di muka bumi dari berbagai suku bangsa memiliki hak yang sama sebagai manusia merdeka. Dia  selalu menyuarakan kesetaraan, keadilan, dan kemerdekaan dari sudut pandang Islam.

 

Ustaz Zeyd yang jadi ketua tim pengusul Syekh Ahmad Surkati menjadi pahlawan nasional juga menyampaikan, Syekh Surkati membawa gerakan Pan Islamisme untuk menyadarkan umat Islam di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Inti gerakannya, mengembalikan kemurnian ajaran Islam.

 

Yang dimaksud gerakan mengembalikan kemurnian Islam mengacu pada ucapan Syekh Muhammad Abduh, ulama terkemuka dari Mesir. Yang membawa pembaharuan dalam pendidikan Islam itu mengatakan, Islam tidak akan pernah bangkit kecuali dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan yang dipahami dan dilaksanakan oleh generasi pertama umat Islam.

 

“Maka, Syekh Surkati membawa gerakan Pan Islamisme ke Tanah Jawa karena kondisi umat Islam pada saat itu masih jumud, terbelakang, terjajah, miskin, dan menganut mistisisme. Dan, kondisi seperti ini hampir terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia,” jelasnya.

 

Melalui gerakan Pan Islamisme, Syekh Surkati membangkitkan ke sadaran umat Islam bahwa kondisi mereka sedang terjajah. Mereka harus bangkit untuk membebaskan diri dari penjajah dan menggapai kemerdekaan.

 

(Red: Agung Sasongko; Bahan dari :  https://www.republika.co.id/berita/pydbtd313/ketulusan-syekh-surkati-berjuang-di-tanah-jawa)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code