Iptek dan Lingk. Hidup

Bakau Berau Lansir Bandeng Tanpa Duri

(beritasatu.com)-Agustus 2019, Indonesia dalam pertemuan Sherpa High-Level Panel for A Sustainable Ocean Economy (HLP) ke-5 di Amsterdam, menyuarakan pentingnya hutan bakau (mangrove) sebagai ekosistem pesisir dalam upaya mitigasi dampak perubahan iklim.

 

Hasil penelitian, hutan mangrove dapat menyimpan emisi gas rumah kaca (GRK) 5x lebih banyak dibanding hutan daratan. Indonesia dicatat sebagai negara dengan mangrove terbesar di dunia, yakni 3,5 juta hektare. Sekitar 22% hutan mangrove Indonesia dilindungi di kawasan konservasi menyimpan emisi GRK 0,82-1,09 giga ton per hektare.

 

Sallah satu Daerah yang punya hutan bakau : Kabupaten Berau. Sebagai wilayah pesisir, hutan bakau Berau jadi kabupaten luas lahan mangrovenya  tertinggi di Kalimantan Timur. Demi melindungi kawasan hutan mangrove dan menghidupkan perekonomian masyarakat. Pemda  mengupayakan pengembangan usaha berbasis hasil laut bagi masyarakat, tanpa merusak dan membuka kawasan hutan itu.

 

Langkah ini berhasil di Kampung Tabalar Muara, Kab-Berau. Kawasan dalam Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kepulauan Derawan dan perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS), serta dalam bentang laut Sulu Sulawesi ini, termasuk kawasan Segitiga Terumbu Karang. Kawasan ini punya keanekaragaman hayati tinggi dan jalur migrasi biota laut penting dengan nilai ekonomis tinggi.

 

Kampung Tabalar Muara melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Mandiri Sejahtera, berhasil meluncurkan produk ikan bandeng tanpa duri, pada peringatan Hari Ikan Nasional ke-6 di Kantor Dinas Perikanan Berau, Kaltim (Rabu 20/11).

 

Pengembangan usaha bandeng tanpa duri ini kerja sama kemitraan antara Dinas Perikanan Kab-Berau, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), SIGAP Sejahtera, serta program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Berau.

 

Kadis Perikanan Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan, produk bandeng tanpa duri dari Tabalar Muara bagian dari program Ikanku Fresh yang dikembangkan Dinas Perikanan Berau. Ikanku Fresh, singkatan dari Ikan Layak Konsumsi, Ekonomis, Sehat, Higienis. “Program ini menekankan pengolahan pascapanen yang menyediakan produk segar, ramah lingkungan, dan higenis” katanya yang diterima redaksi (21/11).

 

Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, produk bandeng tanpa duri ini akan meningkatkan pendapatan keluarga petambak tanpa harus buka tambak baru dari mangrove. “Menahan laju pembukaan lahan mangrove ini penting karena mangrove itu sumber pakan alami bandeng sekaligus mendukung kesehatan ekosistem bentang laut Sulu Sulawesi,“ ujarnya.

 

Produk bandeng tanpa duri olahan ibu-ibu Kampung Tabalar Muara itu pionir untuk olahan berbahan baku ikan bandeng di Berau. Selama ini produk bandeng tanpa duri di Berau didominasi dari daerah lain.

 

Bupati Berau Muharram menyatakan mmendukung program ini. Dia berharap agar produk bandeng tanpa duri dari Kampung Tabalar Muara ini bisa menginspirasi kampung lain untuk menciptakan produk sesuai potensi kampung untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

 

(Fajar Widhiyanto; FW; Bahan dari : Majalah Investor dan  https://www.beritasatu.com/ekonomi/586647/lindungi-bakau-berau-lansir-bandeng-tanpa-duri)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close