Psikologi

Berbuatlah Baik Kualitas Dan Keikhlasannya

(wartaindo.news)- Tanggal 24/9/2019, di sebuah platform subway di LA, seorang polisi secara diam-diam merekam video wanita homeless yang menyenandungkan pantulan soprano operatik dalam bahasa Itali.

 

Jalur station kebetulan sepi, wanita ini seorang diri menggunakan kesempatan untuk menyenandungkan lagu yang memantul pada dinding subway.

 

Polisi ini berhasil merekam video yang berdurasi 1 menit, dan menyebarkan lewat media sosial. Seketika video ini viral. Setelah ditemui wanita (52th) ini adalah seorang imigran Rusia yang hijrah ke USA pada usia 24 th.

 

Sebelum jadi homeless, dia mengajar les piano dan biola. Tetapi karena dia punya problem kesehatan, dia terpaksa jadi gelandangan yang memainkan biola di sepanjang jalan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Walau hidupnya jatuh, tapi dia sering memberi makan burung burung dara yang kelaparan.

 

Suatu saat, seseorang mencuri biola, satu-satunya instrument yang membantu untuk hidup (biola ini berharga 10.000 US$), pencuri bisa dibekuk, tapi melemparkan biola itu hingga hancur. Wanita ini (Emily), disamping tidak punya rumah juga kehilangan sumber mata pencahariannya.

 

Disaat dia melantunkan suara soprano nya, seorang polisi berhasil merekam dan menyebarkan, hal itu merubah nasibnya hanya dalam hitungan jam. Segera, banyak netizen berkomentar agar polisi itu mencarinya kembali, karena banyak yang menggalang dana untuk membantunya.

 

Baru 2 (dua) hari kemudian, Emily ditemukan, dan dia terkejut, karena dia tidak tahu performance solonya beredar viral di media (dia tidak punya internet). Saking terharunya, dia ragu  menerima undangan dari seorang councilman, yang segera mengatur untuk mendapatkan rumah untuknya, dan netizen berhasil menggalang dana mencapai 65.000 $.

 

Pesan moral dari kisah ini.

Dalam hidup ini, setiap kejadian membawa makna dan alasan. Hukum alam tetap berlaku dan tidak akan salah alamat, bagi siapapun yg percaya atau tidak, yang menghilang dimanapun berada.

Dengan berserah diri terhadap sesuatu yang tidak bisa kita rubah, pasti selalu ada invisible hands yang bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah kita harapkan.

 

Berbuat baik sekecil apapun (seperti yang dia lakukan pada burung burung dara) tetaplah sebagai tindakan yang terpuji, walaupun dia tidak mengharapkan imbalan apa-apa, tapi pasti selalu ada invisible hands yang mengatur untuk menolongnya.

 

Maka itu, kita jangan lelah berbuat baik. Bukan kuantitasnya, tetapi kualitas keikhlasannya. Jika kita tak bisa membantu orang yang kesusahan / kesulitan, setidaknya kita jangan menyakitinya. Hidup ini penuh dengan keajaiban yang tidak bisa kita prediksi.

 

Sebaiknya kita selalu mengasihi sesama, jauhi sifat iri, dengki, kebencian, menghakimi, frustasi, putus asa, merasa hina dan tak berguna. Karena dalam pikiran bawah sadar (subconscious mind) terdapat infinite potential, itulah mengapa subconscious mind disebut subjective mind dan irrational mind.

 

(Widharto Bahan dari : Dannyts;  https://wartaindo.news/jangan-lelah-berbuat-baik-bukan-kuantitasnya-melainkan-kualitas-keikhlasannya/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close