Info Daerah n Opini

P2Tel Bd Ujungberung Rayakan HUT P2Tel Dan Kunjungan Ke Museum Telkom

Dalam rangka menyambut HUT P2tel ke 39 PC Uber melaksanakan wisata ke musium Telkom di TMII pada tanggal 20/11/2019.

 

Diikuti 68 peserta yang ditampung dalam 2 bus menuju lokasi kebangaan kita Telkom. Semula tujuannya mengenang sejarah Telkom masa lalu tapi sayang Gedung dan perangkat tidak diurus sehingga tampilannya Gedung bocor listrik dimatikan. Seperti yang diulas oleh bp. Garuda Sugardo eks BOD Telkomsel dan Telkom, yang akan disajikan dibawah ini dari suatu sumber.

 

Kembali pada acara semula, setelah dari Museum, Dilanjutkan kie Ciangsana (Kampung Cina Cibubur). Pulangnya makan malam di Soto Sadang Purwakata.

Monggo ikuti pendapat tentang Museum Telkom sebagai berikut dari suatu sumber berikut :

 

(indotelko.com)-JAKARTA; Museum Telekomunikasi (Mustel) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tak terawat dan kondisinya mengenaskan. Mustel diresmikan Presiden RI ke-2, Soeharto (20/4/1991). Bangunan empat lantai ini luas tanahnya 0,5 Ha.

 

 

Koleksinya : Sejarah telepon engkol zaman Belanda, telepon otomat, satelit Palapa sampai era Telkom-Flexi tahun 2000-an, berragam live demo-nya amat menarik bagi pengunjung. Di dalam ada Ruang rapat, R. Perpustakaan, R. Teater stereo dan R. Koleksi. Doeloe, museum ini jadi destinasi utama anak sekolah dan Komunitas Telekomunikasi. Tiap Hari Bakti Postel untuk silahturahmi pegiat Telekomunikasi.

 

 

 

“Mustel ibaratnya stroke sejak 15 tahun lalu, kini stadium akhir. Koleksinya kumuh, rapuh, lembab dan berdebu. Bangunan dan ruangan kusut masai tidak ada perbaikan. AC-nya mati kabeh. Lift-nya paeh”.

 

 

 

“Atap kubah yang melambangkan bel telepon jadoel, bocor di mana-mana sehingga harus ditampung ratusan ember plastik di musim hujan. Di WC banyak kecoa dsb berkeliaran. Muram dan menyedihkan” ungkap Relawan Revitalisasi Mustel Garuda Sugardo, di akun medsosnya.

 

Satu-satunya yang berfungsi baik di Mustel : Sinyal internet Indihome dari Telkom. “Beruntung ada almamater saya, Telkom, yang setia menyantuni Mustel bulanan untuk biaya listrik, tenaga outsourcing dan kebersihan ala kadarnya. Indosat dan Inti sudah angkat kaki,” keluhnya.

 

 

 

Dengan tiket masuk Rp4000 per pengunjung itu biaya yang terlalu murah untuk menyaksikan  tragedi nasional di bidang pertelekomunikasian; tapi ini harga yang mahal untuk menilai suatu kepedulian yang rendah dari instansi pengelola Mustel.

 

 

 

“Hanya bangsa yang berbudaya dan menghargai peradaban, bisa mengangkat dirinya jadi kasta dunia. Museum itu tempat sebuah bangsa atau industri mengejawantahankan peristiwa masa lalu. Makin maju bangsa makin lekat kepeduliannya pada museum,” tegasnya.

 

Satire dari dia : Anda tentu bertanya, “Apakah ada perhatian dari pemerintah (kementerian terkait), selaku penanggung jawab Mustel?”. Oh, Alhamdulillah ada. Saya dan tim relawan Revitalisasi Mustel sudah setengah bosan sejak 2014 bolak-balik bertemu menteri terkait, eselon satu, sampai eselon duanya. Perhatian dan empatinya tidak kurang-kurang” sindirnya.

 

Perhatian saja tak cukup. Di era kini perlu action serius, cepat dan melibatkan industri Telekom. Kendati angin surga yang dihembuskan belum menyegarkan apa pun, semoga ada secercah harapan akan keberhasilan proses revovery Mustel.

 

“Jika Anda tiap saat mengelus ponsel tercinta, amat gandrung berselancar internet, Anda wajib menyaksikan dengan mata kepala sendiri keterpurukan total Mustel Indonesia. Bila Anda mengisi liburan Idul Fitri ke TMII jangan lewatkan “bersilaturahmi” ke Mustel. Curahkan segala emosi Anda menyaksikan betapa ironi tengah terjadi di tengah peradaban digital. Bagaimana mungkin dinamika industri 4.0 yang berbasis telekomunikasi di era milenia ada seonggok museum telekomunikasi yang tak berdaya melawan kehancuran hayatnya,” lirihnya.

 

(id; Bahan dan Foto kiriman Karno-PC Bandung Uber; Sumber dari : https://www.indotelko.com/read/1528937100/museum-telekomunikasi-tak-terawat)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close