Islam

Siapa Yang Diharapkan Kelak Setelah Usia Senja

(erabaru.net)-Sebagai PMP Telkom yang umummnya diposisi Lansia, Apa yang masih akan Anda raih(taargetkan)?. Siapa yang Anda harapkan ?

 

Berikut beberapa Suara hati dari sekumpulan lelaki senja. Jika Anda punya satu rumah sendiri, harap jangan Anda tinggalkan sebelum ajal menjemput.

 

Jika masih punya pasangan hidup, baik-baiklah hidup bersama, saling mengisi dan menopang.

Jaga dan rawatlah baik-baik kesehatan sendiri.

Bersuka citalah dengan attitude/sikap yang baik.

Semua orang akan menjadi tua.

Kini fisik/kesehatan kita kuat, pikiran masih jernih. Kelak jika tua, siapa yang diandalkan/diharapkan?

 

Untuk membahasnya perlu 4 tahapan berikut ini :*

Tahap pertama, 

 

1) Jaminan/kepastian

Anak memiliki ekonomi yang baik, itu adalah miliknya, milik si anak.,  bukan Anda

Anak berbakti, itu kualitas yang baik pada dirinya, walau itu tak lepas dari hasil didikan Anda

 

2) Jika Anda usia pensiun (55-70), fisik (kesehatan) masih relatif baik dan kondisi memungkinkan, maka :

a-Makanlah dengan makanan sehat,

b-Pakailah kalau suka dengan busana yang diinginkan,

c-Bermainlah sepuasnya (game atau semacam nya),

 

d-Jangan lagi terlalu kejam/pelit pada diri sendiri (manjakan diri sendiri),

e-Hari-hari seperti itu tidak banyak lagi, jadi manfaatkanlah dengan baik.

f-Pastikan ada sedikit uang simpanan sendiri,

g-Pertahankan rumah yang dimiliki,

 

h- Siapkan segalanya, sebelum dan menjelang ajal untuk diri sendiri.

i-Meski anak ekonominya baik, tapi itu miliknya, anak berbakti,. itu kualitas yang baik pada dirinya.

j-Jangan menolak bantuan mereka. Tapi tetap bergantung pada diri sendiri. Aturlah kehidupan sendiri.

 

Tahap Kedua,   Kesehatan Diri

1) Jaga kondisi kesehatan sendiri sebaik mungkin, hidup tanpa mengandalkan orang lain jauh lebih baik.

2) Setelah 70 (tujuh puluh) tahun tidak ada penyakit, juga bencana, karena harus bisa :

 

a-Mengatur kehidupan dan mengurus diri*

b-Sadar diri ini kita sudah tua, perlahan stamina dan fisik itu akan melemah, reaksi juga makin buruk,

c-Saat makan, makanlah dengan perlahan, jangan sampai tersedak dan pilihan makanan sehat

d-Saat berjalan juga jalanlah perlahan, jangan sampai terjerembab.

 

e-Jangan memaksakan diri lagi, jagalah kesehatan diri baik-baik

f-Jangan campuri masalah ini itu, misal masalah anak atau mencampuri masalah generasi ketiga (cucu).

g-Bertahun-tahun mengurus ini dan itu, kini saatnya sedikit egois, uruslah diri sendiri dengan baik

h-Jalanilah segalanya dengan santai, bantu bersih-bersih.

 

i-Jaga dengan baik kesehatan diri sendiri. Disiplin  menjalankan arahan dokter Yakestel dan ahli gizi

k-Waktu hidup sendiri lakukan rutinitas harian selama memungkinkan.

l-Hidup tanpa bergantung pada orang lain akan jauh lebih baik.

 

Tahap ketiga Psikologis

a-Generasi kita mengalami pahit getir hidup, perjalanan terakhir, kita agar dihadapi dengan tenang.

b-Ketika kesehatan mulai memburuk dan butuh bantuan, maka kita harus siap dengan hari “H”  (kematian) ini. Tapi, sebagian besar orang tidak bisa melewati tahapan ini.

 

c-) Aturlah dengan baik suasana hati dan sesuaikan dengan tibanya hari itu.

  1. d) Hidup, tua, sakit dan mati itu hal yang normal dalam kehidupan, jadi hadapilah dengan tenang.
  2. e) Ini perjalanan hidup terakhir, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.
  3. f) Siapkan jauh-jauh hari sebelumnya, maka kita tidak akan terlalu bersedih.

 

Tahap keempat Mengandalkan diri sendiri

Ketika otak (pikiran) kita jernih, dan saat penyakit mulai melilit dan serta tersembuhkan serta kualitas hidup memburuk, maka kita harus :

 

1-Berani menghadapi kematian, bulatkan tekad agar keluarga tidak perlu lagi berusaha menyelamatkan.

2-Jangan membiarkan kerabat handai taulan melakukan segala upaya yang sia-sia (karena memang sudah waktunya berpulang kepada-Nya- jangan melawan takdir).

 

Ketika sudah tua, siapa yang diandalkan/diharapkan ?

Diri sendiri – diri sendiri dan – tetap diri kita sendiri.

 

Ini adalah cuplikan dari fragmen ‘Apa yang Harus Dilakukan saat Sudah Tua’ – Yeh Chin-Chuan (Sarjana Kesehatan Masyarakat dan juga politisi Taiwan) :

 

Saya selalu berpikir orang tua di atas 80 tahun :

1-Tidak perlu membatasi makanannya harus bening,

2-Tidak perlu menurunkan berat badan.

3-Yang paling penting masih bisa makan (nafsu makan bagus), makanlah apa yang disukai.Tapi ingat asupan makanan sebaiknya yang bergizi seimbang

 

Saya do’akan tiap orang tua bisa menikmati perjalanan hidup terakhirnya lebih indah dan mengesankan. Jangan sampai meninggalkan penyesalan yang dibawa sampai ke liang lahat.

 

Jangan pernah merasa tua karena apabila merasa tua akan timbul Energi Negatif dalam diri kita yang akan membuat diri kita seolah2 sudah tdk bisa melakukan apa2 lagi. Tetap beraktifitas  bermanfaat bagi diri, keluarha  & lingkungan sekitar. ,, Tetap Semangat.

 

(Bahan  dari : http://www.erabaru.net/2017/07/10/siapa-yang-kamu-harapkan-kelak-setelah-memasuki-usia-senja-coba-dengarkan-suara-hati-para-lelaki-senja-ini-%E3%80%80/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close