Aku cinta Indonesia

Mitologi Garuda Pancasila Sebagai Lambang Negara

(cnnindonesia.com)- Jakarta, Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia. Perdebatan kerap muncul mengenai burung Garuda yakni keberadaan burung itu yang sesungguhnya.

Garuda sejatinya makhluk mitos yang dikenal warga Indonesia sejak dulu melalui cerita pewayangan. Kisah Garuda  tertulis di kitab Mahabharata dan Purana dari India.

Kisah Garuda juga dikenal melalui cerita rakyat hingga relief atau pahatan di banyak candi di Indonesia. Hal itu dijadikan dasar Panitia Lencana Negara menentukan Garuda sebagai lambang negara.

Berdasarkan mitologi, Garuda itu burung berani dan mau berkorban hingga titik darah penghabisan. Kisah itu ada dalam cerita Ramayan. Burung itu berhadapan dengan Rahwana hingga kehilangan nyawanya.

Kisah penculikan Sita (Shinta) oleh Rahwana, Raja Kerajaan Alengka, yang ingin mengawininya. Suara tangisan Sita terdengar oleh burung Garuda yang bersahabat dengan Rama, suami Sita.

“Dalam cerita Ramayana, Garuda melawan Rahwana. Itu bentuk perjuangan. Waktu Sita dibawa Rahwana, dia coba dibebaskan burung Garuda, dan Garuda mati dibunuh Rahwana,” kata Sejarawan Restu Gunawan kepada CNNINdonesia.com, (31/5).

“Semangat dan nilai itu  diambil bahwa Indonesia harus punya nilai melawan” tuturnya. Lahirnya burung Garuda sebagai lambang negara setelah Belanda mengakui kedaulatan kita (1949). Kala itu, dirasa perlu memiliki lambang negara, sehingga disiapkan panitia khusus.

Dikenal dengan Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II, M. Yamin (ketua), anggotanya Ki Hajar Dewantara, M A Pellaupessy, M. Natsir dan RM Ng Poerbatjaraka. Mereka ditugaskan menyeleksi usulan rancangan lambang negara melalui sayembara.

“Dibuat sayembara untuk menggambar. Berdasarkan kesepakatan, terdapat dua rancangan dari Sultan Hamid II dan Mohammad Yamin,” kata Restu.

Gambar dibawa dan diperlihatkan pada Sukarno. Persetujuan tak langsung begitu saja, beberapa kritik dilontarkan atas gambar itu, seperti pada bagian kepala dan kaki burung Garuda.

Sukarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali dengan menambah jambul di kepala burung serta membuat kakinya mencengkeram dan berada di depan pita bertulis Bhinneka Tunggal Ika, bukan di belakang pita. “Jadi bentukan terakhir itu atas arahan Sukarno,” ucap Restu.

Burung dan Simbol Status

Guru Besar Antropologi Budaya UGM Heddy SAP menilai, selain mitologi, pemilihan Garuda tak lepas dari budaya Jawa, (priyai), kelas bangsawan. Hal itu terlihat dari 5 hal yang diyakini menyempurnakan pria Jawa, yakni wismo (rumah), wanito (istri), turonggo (kuda), kukilo (burung), dan curigo (senjata).

Terpisah, pusat pemerintahan Hindia Belanda dan tokoh pergerakan nasional kala itu berada di Jawa. “Salah satu harta ideal orang Jawa itu kukilo. Ada wismo, wanito, turonggo, kukilo, dan curigo. Salah satunya burung. Saya kira kita tidak bisa lepas dari konteks itu,” kata Heddy pada CNNIndonesia.com.

“Kenapa burung Garuda? Karena jelas konteks Ramayana dan masyarakat tradisional menyukai burung, kelas priyai simbol statusnya kan burung.” Berdasarkan kedua hal itu ia yakin Panitia Lencana Negara sepakat mengadopsi nilai Garuda jadi lambang negara.

“Konteks Indonesia saat itu pas. Kita berjuang melawan penjajah. Saat itu penjajah kan orang luar, dalam konteks tertentu Belanda disebut raksasa, itu seperti Rahwana. Makanya itu dinilai cocok,” kata Heddy.

Pemakaian Garuda Pancasila sebagai lambang negara secara resmi di Sidang Kabinet RIS pada 11/2/1950. Bentuknya seperti dikenal saat ini yakni kepala menoleh ke kanan, simbol Pancasila di badannya, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika tertulis di atas pita yang dicengkeram kaki Garuda.

Burung Garuda memiliki 17 helai di sayap, 8 helai bulu ekor, 19 helai bulu pangkal ekor, dan 45 helai bulu leher yang melambangkan kemerdekaan Indonesia yakni 17-08-1945.

(chri/fjr; Baca artikel CNN Indonesia “Mitologi dan Sejarah Garuda Pancasila Sebagai Lambang Negara” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20210601073850-241-649005/mitologi-dan-sejarah-garuda-pancasila-sebagai-lambang-negara.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close