Islam

Kuda Perang (TA 154)

“Demi kuda perang yang berlari kencang-bernafas ter-engah2 dan kuda yang mencetuskan api dengan hentakan (kuku kakinya) dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh” (QS Al Adiyat 100:1-5)

Kesan apakah yang muncul saat membaca ayat diatas? Tiada lain adalah suatu semangat, kerja keras, bersungguh-sungguh, waspada, kuat, cepat, trengginas. Allah bersumpah demi kuda perang, dengan lukisan yang demikian jelas, bukanlah tanpa makna yang khusus.

Kuda, sejak lahir di-desain sebagai makhluk ciptaanNya yang by nature berlari, sebagai binatang tunggangan yang berlari terkencang. Sedang kuda perang bukan kuda tunggangan biasa, kuda perang itu yang berani, kuat dan lebih kencang larinya dari kuda biasa. Bila kuda perang itu dipacu, sampai nafasnya memburu, hentakan ladam kakinya memuncratkan api dan debu berterbangan keangkasa, menggambarkan sebuah ledakan semangat yang menggelora.

 

Al Qur’an penuh dengan isyarat. Dengan isyarat kuda perang yang demikian kuat, Allah menghendaki umat Islam yang bersemangat, bersungguh-sungguh baik dalam beribadah, maupun dalam mencari ilmu dan berusaha.

Ada ulama yang menafsirkan pada jamannya, pasukan berkuda Islam adalah pasukan yang ditakuti oleh musuh. Menurut riwayat Rasulullah menaruh perhatian kepada pemuliaan bibit kuda perang yang baik. Pada jaman sekarang kuda perang bisa diibaratkan alutsita (alat utama sistem pertahanan). Dengan demikian umat Islam diharapkan punya kesiapan untuk mempertahankan diri atau untuk mengusir musuh. Wallahu a’lam bishawab. (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close