RSS Feed     Twitter     Facebook

Hasil Diskusi Reboan 005

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 19 views    Font size:
Hasil Diskusi Reboan 005

Berikut kami sampaikan hasil diskusi Reboan 5, tanggal 24/1/2018 di JVR Jogja (maaf terlambat tayang)

(1) Kriteria Suksesi Ketua Umum P2Tel membahas 3 topik, (a) Kriteria Umum (b) Kriteria Khusus (c) Tantangan (d) Proses Pemilihan Ketua.

 

(1.a) Kriteria umum mencakup hal-hal yang mandatories seperti, kapabel, bersedia berkorban, ideologi Panca Sila, tidak ada pamrih finansial atau pamrih politik, mampu menggalang hubungan dengan Direksi, Dapentel, Yakes dan Sekar.

 

(1.b) Kriteria khusus mencakup usia, domisili, memahami organisasi P2Tel

(1.c) Tantangan, calon Ketua Umum P2Tel diharapkan menyampaikan target tantangan yang akan di selesaikan selama masa jabatan lima tahun. Tantangan hendaknya yang menuju kearah yang lebih baik bagi organisasi.

 

(1.d) Proses pemilihan Ketua Umum seperti yang tercantum di AD/ART diadakan pada Musyawarah Nasional yang direncanakan awal 2019. Pemilik suara pada Munas adalah Cabang P2Tel yang jumlahnya sekitar 100 Cabang dan Pengurus Pusat.

 

Pada kesempatan itu Calon yang sah diberi kesempatan untuk menyampaikan misi, visi dan program yang akan dilaksanakan. Dengan penjelasan singkat ini, diharapkan para calon yang akan diusung mendapatkan gambaran dan dapat mempersiapkan diri lebih baik.

 

(2) PT KAI yang ramah Manula. Adanya diskriminasi antara pembeli tiket KA biasa dan tiket KA Manula (potongan 20%). Pembelian tiket umum dapat dilakukan on-line, sedang tiket manula harus datang sendiri ke setasiun yang mengalami banyak kerepotan (a.l. jauhnya tempat parkir dlsb).

 

Pada prakteknya pengamanan tiket yang dilakukan oleh PT KAI sudah dilakukan berlapis, sulit untuk melakukan pemalsuan identitas pemilik tiket yang sah. Padahal Teknologi IT yang ada pada saat ini diyakini oleh peserta diskusi Reboan  mampu memecahkan masalah tiket manula, ini sehingga juga dapat dilaksanakan secara on-line.

 

(3) Menumpuknya barang pada ‘lost n found’ yang tidak bertuan di setasiun akhir Surabaya Gubeng. Peserta Diskusi Reboan mengusulkan pemecahan masalah ini dengan teknologi IT. Identitas Jenis, ciri, tanda fisik, ditemukan pada perjalanan KA kapan, jenis KA, Jam dan tempat duduk dapat di muat dalam website PT KAI.

 

Pemilik barang dapat claim barangnya dengan declare ciri khusus dan membawa bukti-bukti yang diperlukan. PT KAI dapat melakukan penanganan sisa barang yang lewat batas waktu claim, sesuai dengan petunjuk yang berwajib (a.l. dimusnahkan, dilelang atau disumbangkan).

 

(4) Kontribusi BUMN untuk negeri dalam meningkatkan National State Capacity (Kapasitas Nasional) berupa Pensiunan Peneliti. Diusulkan pemanfaatan dana CSR BUMN dan/atau dana pembinaan calon pensiunan yang selama ini hanya untuk pelatihan purna bakti, sebagian dapat diwujudkan sebagai bea siswa kepada calon Pensiunan yang menempuh jenjang S3.

 

Jumlah penelitian yang dihasilkan oleh Indonesia saat ini terpaut jauh dengan negara Singapura, Malaysia dan Thailand. Pada sisi lain, pensiunan BUMN memiliki cukup pengalaman, kompetisi dan waktu luang untuk meningkatkan jenjang pendidikannya. Dengan demikian BUMN ikut mengisi kesenjangan penelitian yang dialami negara saat ini.

 

Semua topik diatas akan kami tindak lanjuti, kecuali masalah suksesi Ketua P2Tel, yang masih membutuhkan diskusi lebih lanjut. (Sadhono Hadi; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code