RSS Feed     Twitter     Facebook

Terciptanya Toleransi Beragama di kehidupan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 7 views    Font size:
Terciptanya Toleransi Beragama di kehidupan

(liputan6.com)-JAKARTA;  Toleransi beragama bisa diciptakan dengan cara sederhana. Minimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk membentuk lingkungan toleran dalam keberagaman agama.

 

Motivator Tung Desem Waringin memberi 4 cara masyarakat bisa menciptakan Toleransi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

1-Saling berkunjung di Masyarakat

“( Toleransi beragama bisa muncul) ketika antar orang saling berkunjung” kata Tung Desem di acara pre-launching karya terbarunya “Life Revolution“.

 

“Bukan supaya kita mencari kelemahannya. Tapi saling mempelajari apa kelebihannya tanpa takut meninggalkan agamanya” tambahnya. Tujuan saling mengunjungi saudara2 kita yang beda agama untuk mempelajari mengenai hal2 positif dari agama itu, serta untuk saling menghormati dan menghargai.

 

“Oh ternyata ajaran agama Islam itu begitu mulia, oh agama Kristen itu ajaran kasih sayangnya luar biasa, Hindu dan Budha itu luar biasa (ajarannya)” kata motivator itu usai bagi2 uang di SMP Angkasa Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Ditulis Jumat (8/6/2018).

 

2-Saling mengunjungi bagi para pemuka Agama

Selain masyarakat harus sama2 belajar untuk menghargai dan menghormati ajaran agama lain, para pemuka agama juga harus bisa melakukan hal itu. “Antar pemimpin agama harus saling berkunjung” ujar motivator yang bukunya pertamanya “Financial Revolution” itu mendapatkan rekor MURI.

 

3-Bertukar hal Positif

Tentunya, dalam pertemuan antar agama yang dibicarakan adalah hal2 yang sifatnya positif. “Sebagai praktisi se-hari2, komunikasi antar agama bukan yang salah2 tapi (bicarakan) hal positif. Kenapa tidak?” kata Tung Desem.

 

4-Mengunjungi tempat2 Nasional dan Tempat Ibadah

Hal ini agar masyarakat lebih mengenal sejarah perjuangan para pendiri bangsa untuk mempertahankan negara dan keberagamannya. Masyarakat bisa belajar dari tempat2 seperti Monumen Pancasila Sakti dan juga Monumen Nasional.

 

“Atau kalau diijinkan berkunjung ke tempat ibadahnya orang lain” tambahnya. (Giovani Dio Prasasti; Bahan dari :¬† https://www.liputan6.com/health/read/3553886/4-cara-terciptanya-toleransi-beragama-di-kehidupan-sehari-hari)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code