RSS Feed     Twitter     Facebook

Aset Masjid

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 5 views    Font size:
Aset Masjid

(Oleh : Rendy Saputra); Dalam terapan manajemen modern, tiap perusahaan dituntut untuk mendefinisikan apa asset terbaiknya. Apa asset utama organisasi mereka. Penentuan ini penting, karena pada assetlah semua energi organisasi tercurah.

 

Mari kita simak masjid kita hari ini. Apa asset masjid sebenarnya? Apa yang diperhatikan oleh DKM? Kemanakah perhatian dan energi DKM tertuju? Untuk menjawab pertanyaan ini, ijinkan Saya membangun analogi sederhana pada paparan dibawah ini.

 

Kita tahu perusahaan GoJeg. Perusahaan ini mendigitalkan moda transportasi tradisional ojeg kedalam aplikasi smartphone. Anda bisa pesan ojeg dari HP Anda, jelas tarifnya, jelas rider nya, jelas jaraknya, bahkan Anda bisa memberikan penilaian pada pengendara.

 

Yuk kita simak, apa asset utama Gojeg? Motornya punya mitra. Pengendaranya bukan karyawan, mitra. Mereka tidak punya motor dan bengkel sama sekali. Lalu apa asset utama mereka?

Ini yang kita tidak sadari, asset utama GoJeg itu pengguna GoJeg. itulah asset utama mereka.

 

Setelah jutaan orang pakai GoJeg, perusahaan ini berkembang melayani apapun yang dibutuhkan. Lahirlah Go Food untuk pesan antar makanan, Go Massage untuk pesan pijat, Go Clean untuk bersih2 rumah, dll. mungkin akan hadir ratusan layanan pada suatu masa nanti, dari perusahaan ini.

 

Untuk pembayaran, lahirlah GoPay. Hal ini membuat perbankan ketar-ketir, karena GoPay bisa mendisrupsi perbankan sebagai terobosan fintech.

 

Intinya sederhana : Di benak organisasi GoJeg, asset utama bisnis ituh user. Karena pada marketlah uang berada. GoJeg faham letak usernya, usianya, karakteristiknya, perilakunya. Jika Anda memiliki pasar yang detail datanya, Anda bisa berjualan apa saja kepada mereka. Itulah asset bagi mereka.

 

Wardah pernah mengalami kebakaran pabrik. Bu Nur bercerita pada kami. Habis tak bersisa. Tak disangka, dalam kurang dari 1 tahun, pabrik kembali tegak berdiri lagi. Bukan karena kuatnya modal, tapi karena dukungan dari supplier.

 

Supplier mendorong Wardah bangkit. Bahan baku kembali di supply. Pembayaran dipermudah. Semua bisa jalan baik. Mengapa? Karena Wardah memiliki asset utama yang tidak ikut terbakar : pelanggan.

 

Perusahaan yang punya pelanggan, bisa mudah bangkit, walau harus kehilangan pabrik, karena potensi cashflow ada pada market. Pabrik boleh terbakar, tapi selama Brand dan Market masih eksis, dukungan vendor dan supplier adalah keniscayaan.

 

Berbeda jika yang “terbakar” adalah market. Pelanggan pergi. Market tidak lagi percaya pada Anda. Walau pabrik Anda tegak kokoh, disitulah kebakaran sebenarnya. Percuma. Produk Anda susah terjual.

 

Kembali ke Masjid. Apa asset utama masjid itu sound system? Sehingga seluruh energi DKM habis menjaga sound system. Apakah asset utama masjid itu karpet tebal yang baru dibeli? Sehingga kegiatan di ruang masjid tidak boleb terlalu banyak, sayang karpetnya. Lalu apa asset sebenarnya?

 

Merujuk pada paparan diatas, kita sadar bahwa asset utama masjid adalah JAMAAH. Jamaahlah asset utama masjid. Dan ini harus jadi budaya pada masjid : Jamaah Focus Based, masjid yang berfokus melayani jamaah.

 

Masjid bisa saja kehilangan sound system, tapi selama jamaah masih ada, dalam hitungan hari sound system bisa kembali. Masjid bisa saja mengalami kerusakan karpet, selama masjid punya jamaah loyal yang solid, karpet bisa diganti.

 

Maka di titik inilah masjid harus merevolusi pemikirannya. Para DKM harus menggeser pemahamannya terhadap jamaah. Masjid yang meyakini jamaah sebagai asset utama, akan menghargai jamaah yang hadir ke masjid.

 

-Ibadah ritual akan dipastikan nyaman.

-Parkiran difikirkan.

-Thaharah dipersiapkan baik.

-Ruang ibadah utama sejuk.

 

-Program ta’lim dan edukasi dihadirkan sesuai dengan kebutuhan jamaah, bukan asal silabus.

-Wahana untuk anak muslim difikirkan, karena mereka adalah generasi jamaah berikutnya.

-Program untuk anak muda muslim dibuat serius, karena inilah potensi besar jamaah. dll

 

Akhirnya, ketika sebuah masjid benar2 mengelola dengan baik jamaah sebagai asset utama, insyaAllah kebangkitan diin ini segera tiba. (Risalah Masjid Cahaya; Rabu, 2/1/2019; dari Prasetya B Utama; sumber dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code