Wisata dan Kuliner

Kudapan Para Raja Palembang-Ini Gulo Puan

(travel.tempo.co)- Warnanya kuning kecoklatan dan aromanya sedap dan menggoda untuk dicicipi. Itulah cemilan tempo dorloe warisan raja2  Kesultanan  Palembang Darussalam. Namanya Gulo Puan (gula susu) dimasak berbahan utama susu segar dari kerbau rawa khas Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

 

Salah satu yang melestarikan masakan mirip karamel dan keju ini keluarga Uju Muhammad. Uju  peternak kerbau rawa di desa Bangsal dan Desa Kuro di kecamatan Pampangan. Saya menyempatkan ikut ke kandang untuk memerah susu. Agak siang sedikit kami pulang kerumahnya di desa Kuro.

 

Di rumahnya, sang istri menanti dengan harapan bawa banyak pua/ susu segar. Karena musim kemarau, pagi itu, Uju hanya bisa bawa pulang 4 liter puan. “Masak gulo puan butuh 2 jam,” katanya. Begitu tiba, sang istri sigap menyambut susu yang ditampung di ember bertutup rapat. Ia siapkan tungku, peralatan masak dan bahan campuran pembuatan gulo puan.

 

Untuk 4 liter susu segar, bahan tambahannya 1 Kg gula pasir. Setelah dimasak dalam api sedang selama 2 jam, maka jadilah gulo puan yang menyerupai abon sapi dengan warna kecoklatan.

 

“Bahan2 tadi akan jadi gulo puan 2 kg,” ujar Uju Muhammad. Bila susu segar dijual Rp15.000/liter maka harga jual gulo puan jadi berlipat yaitu Rp80.000/kg. Bila tiba di pasaran di kota Palembang dan di Kayu Agung, maka harga jualnya bisa Rp120-150.000/Kg.

 

Gulo puan hasil olahan istri Uju Muhammad tidak bisa saya bawa pulang karena sudah dipesan orang beberapa hari yang lalu. Yang pesan pelanggannya bukan raja Palembang. Muhammad Hasan, Kades Bangsal, menambahkan selain gulo puan, susu segar dari kerbau rawa bisa dijadikan cemilan lain seperti sagon gulo puan, minyak samin, jelly puan.

 

Cara masak sagon gulo puan hampir sama dengan gulo puan. Hanya ada tambahan telor. Menurut Hasan kini peternak dan pengrajin turunan susu kerbau rawa butuh sentuhan teknologi, pemasaran dan promosi untuk mempertahankan cemilan raja Palembang itu. “Saya harap di Bangsal ini bisa dibangun kandang terpadu sehingga kotoran Kerbau juga bernilai ekonomi,” katanya.

 

(Reporter: Parliza Hendrawan (Kontributor), Editor : Ludhy Cahyana; Bahan dari : https://travel.tempo.co/read/1236241/ingin-kudapan-para-raja-palembang-inilah-gulo-puan)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close