RSS Feed     Twitter     Facebook

Archive for the ‘Psikologi’ Category

Paganini

Paganini

Di depan gerbang suatu jembatan disalah satu kota Eropa, duduk seorang pe-minta2. Ia tiap hr duduk di situ sambil memainkan biolanya yg sdh usang dan menaruh  kaleng di depan dia duduk. Dia berharap org² yg lalu lalang merasa iba mendengar  gesekan biolanya dan memberinya sedikit uang. Pada suatu hr seorg pria yg  berjubah panjang, datang […]

Kok bisa ya-Suntik formalin

Kok bisa ya-Suntik formalin

Di tahun 1980-an Pak Johar bekerja di kota Ujung Pandang, sekarang namanya menjadi kota Makassar. Pada jaman itu Pak Johar masih muda, masih bujangan. Nah, waktu itu ada teman kerja Pak Johar yang sakit, dirawat di sebuah rumah sakit, kemudian meninggal dunia. Karena teman Pak Johar tersebut asalnya dari Pulau Sumatra, maka jenazah akan dikirim […]

Sebuah goresan Ketidakpastian

Sebuah goresan Ketidakpastian

Mengapa begitu banyak orang ingin menjadi karyawan atau pegawai negeri ? jawaban adalah satu kata : ” Kepastian “. Kepastian dapat gaji setiap bulan, kepastian dapat beras setiap bulan, kepastian dapat jaminan kesehatan, dan terakhir, dapat jaminan uang pensiun Mengapa saudara kita dari Cina sukses di sisi ekonomi ? Jawabnya satu kata : ”ketidakpastian”. Akibat […]

Dua Orang Baik namun Perkawinan Tak Bahagia

Dua Orang Baik namun Perkawinan Tak Bahagia

Ibu saya sangat baik, sejak kecil saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur untuk ayah karena lambung ayah kurang baik. Dia masih harus memasak nasi untuk anak2 yang sedang dalam masa pertumbuhan… Setiap sore, ibu selalu menyikat panci supaya tidak ada noda sedikitpun. Menjelang malam, dengan giat ibu […]

Benar dan merasa benar

Benar dan merasa benar

Menjadi benar itu penting, namun merasa benar itu tak baik. Kearifan membuat seorang jadi benar, tapi bukan merasa benar. Perbedaan orang benar dan orang yg merasa benar: Orang benar tidak akan berpikiran ia yang paling benar. Orang yg merasa benar di pikirannya hanya dirinyalah yg paling benar. Orang benar bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yg […]

Cara memandang nasib

Cara memandang nasib

Konon seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang cantik dan gagah. Suatu hari, saudagar kaya ingin beli kuda itu dan menawarkan harga yang tinggi. Si petani itu tidak menjualnya.. Teman2nya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya.. Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya. Teman2nya berkata : “Jelek nasibmu, padahal kalau kemarin […]

Keajaiban dunia

Keajaiban dunia

Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu, Sebagian besar siswa menulis demikian Tujuh Keajaiban Dunia : 1-Piramida; 2-TajMahal; 3-Tembok Besar Cina; 4-Menara Pisa; 5-Kuil Angkor; 6-Menara Eiffel dan 7-Candi Borobudur. Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama; Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan […]

Ayah…. Aku Lelah

Ayah…. Aku Lelah

“AYAH, ayah” kata Sang Anak. “Ada apa?” tanya Sang Ayah. “Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati2an untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja. Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku […]

Rasa sayang (TA 119)

Rasa sayang (TA 119)

Sifat sayang adalah salah satu sifat Allah yang juga diturunkan kepada manusia. Manusiapun walau setitik, memiliki sifat-sifat utama Allah tersebut. Sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut, “Dari Aisyah berkata: Seorang Arab Badui datang pada Nabi SAW, dengan berkata: Apakah tuan mencium anak-anak (sebagai tanda kesayangan), sedangkan kami tidak menciumnya? Maka Nabi bersabda: […]

Semua semu

Semua semu

Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah lounge bandara Halim Perdana Kusuma, menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja. Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa  menit kemudian ia menyapa saya. _“Dik hendak ke Jogja juga?”_ _“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”_ _“Iya.”_ _“Bapak sendiri?”_ _“Iya.”_ Senyumnya datar. […]