Pengalaman Anggota

Nostalgia : Jalan posindo–Akpar Sandhyputra

Pagi itu, Sabtu ( 26/5 ) mulai jam 05:45, saya melakukan kegiatan jogging di Taman Lansia Bandung, sambil nengok tanaman ang ditanam oleh dan atas nama P2Tel. Ternyata pertumbuhannya bagus dan menggembirakan. Dapat 3 putaran sampai bawah, jogging saya teruskan ke Taman Japati (depan GKP Telkom ), dapat 2 putaran–turun ke Gasibu, dapat 1 putaran.

Saya berhenti sebentar setelah pakai toilet disitu, melihat dan merenung beberapa tahun lalu, dimana kondisi Gasibu saat ini semakin parah, tidak terurus, dibiarkan kumuh–biarpun lokasinya didepan Gedung Sate, dimana Achmad Heriawan dan Dede Macan Yusuf berkantor, seakan tak peduli terhadap rusaknya salah satu ikon kota Bandung itu.

Hampir selesai masa jabatan mereka berdua, kondisi banyak taman di Bandung tidak terurus. Selesai di Gasibu, saya berjalan lewat jalan Banda, terus menuju kebawah, lewat Kantor Pusat Posindo, yang duhulunya berlokasi kampus Akademi Pos dan Telekomunikasi, perjalanan jogging saya lanjutkan melintas lapangan Saparua (kondisnya agak lebih terawat ), karena dirawat oleh Kodiklat TNI-AD yang lokasinya berseberangan ( di Jl.Aceh ), disitu berkantor seorang Let.Jend, makanya dirawat.

Dari sini perjalanan saya teruskan ( masih di jalan Banda ), sampai mentok dijalan Lombok–jalan Sumbawa–nyeberang rel masuk jalan Sunda. Diujung jalan Sumbawa saya cari-cari orang yang ( dulu ) jualan bubur ( hideung ) kacang ijo, sudah tidak ada lagi.

 

Di mall Jogya ( masih dijalan Sunda ), saya belok kekiri, masuk jalan Baranang Siang, lewat ITC Kosambi, pasar Kosambi, nyeberang A Yani, masuk jalan ( gang ) Cipaera, terus ke jalan Malabar–nyeberang jalan Gatsu–sampailah ke jalan Palasari dan jalan Windu. Dipersimpangan ( lima ) ini saya berhenti sejenak, mengenang awal Desember 1968 lalu saya setiba dari Surabaya, diinapkan diasrama itu ( Windu 17 ), untuk memulai mengikuti masa orientasi mahasiswa ( mapram ).

Dari jalan Windu saya teruskan ke jalan Banteng, mampir di bubur ayamnya Mang Entoh–selesai mbubur, lanjut ke jalan Pelajar Pejuang, lewat depannya Hotel Horison, belok kanan ke jalan RAA Martanegara, lewat Sesko TNI, msk jalan Rancagoong dan kemudian Rancamanyar, smp rumah jam 08:10 ( total jogging 2 jam 25 menit ); pedometer terukur 16.705 langkah, kurang lebih 10 Km.

Nostalgia, jalan kaki Jalan Banda/Jalan Ambon–Jalan Windu/Jalan Palasari, setelah 44 tahun berlalu–dulu udara masih bersih, trafik masih rendah, udara masih dingin, sekarang sebaliknya. Salam sehat, penuh semangat dan T-4. (Mustadjab Admodihardjo)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close