Psikologi

BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN ILHAM ATAU INSPIRASI ?


BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN ILHAM ATAU INSPIRASI ?

Oleh : Muchtar A F

Bagaimana Cara Mendapatkan Ilham Atau Inspirasi ? Pernahkah Anda renungkan, kenapa ada orang yang masih senang memelihara kebodohan dan tidak pernah mau berubah menjadi pintar? Kenapa banyak orang yang kita lihat miskin bertahun-tahun, sampai sekarang tidak pernah berubah menjadi kaya? Faktor apa yang menjadi penyebabnya?

 

Sahabatku,
Berapa banyak orang yang Anda ketahui sejak beberapa tahun yang lalu, ternyata sampai sekarang masih mengerjakan hal yang sama, tanpa ada kemajuan dalam hidupnya? Mereka adalah orang-orang yang mengabaikan kesempatan, dan sudah merasa nyaman dalam hidup yang itu-itu saja.
Berangkat dari sebuah keinginan agar di usia saya yang sudah berada di ujung senja ini tidak cepat tulalit alias pikun, saya mencoba mengikuti training untuk mempelajari bagaimana cara mendayagunakan pikiran.
Berdasarkan hasil penelitian para pakar neurologi dan neurosains mengatakan bahwa kebanyakan manusia hanya menggunakan 10% saja dari kapasitas pikirannya, sedangkan orang-orang sukses menggunakan lebih dari 10% dari kapasitas pikirannya untuk mencapai apa yang diharapkannya. Dengan kata lain, 90% potensi otak pemberian Allah yang ada di kepala kita, akan dibawa ke liang kubur dengan sia-sia tanpa pernah diberdayakannya.

Ternyata, jika otak kiri yang sangat kritis dan analitis diistirahatkan, maka otak kanan yang berkaitan dengan rasa, emosi, dan intuisilah yang berperan. Penggabungan kinerja atau menjembatani antara kekuatan otak kiri dan otak kanan secara seimbang, kini lebih populer disebut dengan mengasah otak tengah (mid brain). Aktivasi otak tengah menggunakan gelombang Alpha membuat otak kiri dan otak kanan lebih bersinergi, sehingga komunikasi menjadi lebih lancar. Daya ingat dan konsentrasi meningkat, daya kreasi bertambah, gerakan kinetik menjadi lebih baik, hormon dalam tubuh menjadi seimbang, dan emosi jiwa kita menjadi lebih stabil.

”Sinergi tiga otak” tersebut dapat mengoptimalkan kinerja otak dan membangkitkan potensi genius yang masih terpendam. Otak yang berkerja secara sinergis akan mempunyai kapasitas jauh lebih besar daripada otak yang hanya bekerja sebelah. Metode holistic brain improvement maupun aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural, tetapi dilakukan secara ilmiah.
Karena memori pikiran ada di bagian tengah otak kita, maka dengan berkembangnya fungsi otak tengah, kapasitas memori juga dapat ditingkatkan. Kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua belahan otak, dan bukan hanya berasal dari belahan otak kanan. Itu yang sempat saya pelajari.

Sahabatku,
Kalau tadi kita bicara tentang otak, sekarang kita bicara tentang hati. Dimaksudkan agar kita dapat terhindar dari penyakit Split Personality, penyakit yang sekarang banyak menjangkiti banyak orang di negeri ini, yaitu ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan, atau antara system kerja otak dan hati,.
Oleh karena itu, jika kita punya masalah, rajin-rajinlah membaca istighfar. Sesekali pejamkan mata, karena ketika mata terpejam, hati kita yang akan melihat. Itulah kekuatan energi kolektif dari seorang manusia biasa yang memiliki kekuatan luar biasa. Dalam bahasa motivasi, saya istilahkan dengan The synergy of body, mind, heart and soul.

Dengan terintegrasinya badan, pikiran, hati, dan jiwa, maka diharapkan kita akan memiliki visi yang tajam, mampu keluar dari kumpulan orang-orang biasa, mampu menembus batas-batas pikiran, membangkitkan jiwa yang telah lama lelap tertidur, mampu membangun spiritual leadership, dapat meningkatkan motivasi belajar dan kedisiplinan, mampu membangun citra diri yang positif, mampu mengendalikan dirinya sendiri, tidak mudah mengeluh, tetap optimististis, rendah hati, memiliki semangat yang tinggi, dan mampu menyingkirkan virus-virus penghambat sukses. Seperti halnya ketika saya menjadi pembicara dalam seminar bisnis, banyak peserta yang mengeluh tentang betapa sulitnya mendapatkan modal kerja. Kita juga sering mendengar keluhan dari banyak orang, katanya ia sedang mengalami kesulitan, “tidak punya uang.”

Saya katakan, bukannya mereka sedang “tidak punya modal atau tidak punya uang,” tetapi mereka mengeluh karena mereka sedang “kehabisan ide” untuk mencari uang. Jadi, bagaimana caranya agar kita tidak pernah kehabisan ide atau tidak sampai terjadi mental block, sehingga dalam mengarungi kehidupan ini terasa lancar? (Seperti pak Bambang Setyawan yang sering nyepi di Parangtritis nyari tayuh (inspirasi) , khususnya kalau lagi mau beli saham. Kebanyakan tayuhnya cocok, jarang salah dan rugi).
Sebenarnya, praktik mendapatkan inspirasi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu tafakkur dan tadabbur. Kedua-duanya merupakan pekerjaan batiniyah. Metode tafakkur atau kontemplasi, adalah salah satu cara untuk instropeksi diri, mengasah intuisi, menajamkan inderawi, dan membersihkan hati, sehingga dapat mengundang datangnya ilham atau inspirasi.

Inspirasi sering disebut dengan ilham, atau bisikan hati, atau petunjuk dari Allah, atau sesuatu yang menggerakkan hati untuk berbuat sesuatu. Jadi, inspirasi tidak terdapat dalam pikiran, tetapi terletak di dalam hati. Inspirasi bagaikan sinar mentari yang akan menyinari hati seseorang sepanjang hari. Sampai di sini, banyak orang yang mulai bertanya, benarkah inspirasi adanya di dalam hati? Secara sederhana dapat saya jawab: ”Namanya juga ilham atau bisikan hati, tentu adanya di hati.”
Menurut ”An English – Indonesia Dictionary” John M.Echols & Hassan Shadily, ”inspiration” diartikan sebagai ilham, inspirasi, bisikan hati, wahyu Ilahi. Misalnya, kalimat: ”to have an inspiration” artinya ”mendapatkan ilham.” Kalimat: ”to do everything by inspiration” artinya ”melaksanakan segala sesuatu menurut bisikan hatinya.” Kalimat: ”to have a sudden inspiration” artinya ”tiba-tiba mendapat ilham.” Kalimat: ”divine inspiration” artinya ”ilham/wahyu dari Tuhan, wahyu Ilahi.”

Ternyata, ilham atau inspirasi bukan berada di dalam pikiran, tapi berada di dalam hati. Dan tidak semua aktivitas manusia digerakkan oleh pikiran. Salah satunya adalah inspirasi atau ilham yang datangnya dari Allah, diberikan langsung kepada manusia melalui bisikan hati. Karena itu lebih tepat jika kita katakan: “Semua berawal dari apa yang kita niatkan, bukan dari apa yang kita pikirkan.” Niat adanya di dalam hati.

Sedangkan hati adalah penguasa raga yang akan menuntun setiap diri manusia menemukan jalan kebahagiaan yang abadi, yaitu jalan menuju keagungan Ilahi. Hati adalah sumber energi, yang memunculkan keberanian, semangat, integritas, dan perasaan, yang membuat kita mau belajar, mau menciptakan sesuatu, mau bekerja sama, dapat memimpin, rela menolong, dan membuat cita-cita. Di hatilah berseminya ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kasih sayang.

Banyak faktor yang mendukung datangnya sebuah ide, seperti suasana batin yang kondusif dan kejernihan pikiran. Ide bukanlah hasil dari pencarian, melainkan merupakan hasil dari penemuan. Ide dapat kita temukan dengan stimulus. Ketika Anda tafakkur di sanalah ada pesan-pesan yang Allah kirim langsung kepada Anda. Dalam tafakkur, istirahatkan sejenak otak kiri Anda yang sangat kritis dan analitis untuk tidak terlalu aktif. Di tengah keheningan, Anda akan mendapatkan ketenangan batin, sehingga Anda akan mampu mengeluarkan potensi yang luar biasa.

Karena ide sering muncul di luar dugaan, atau di luar perhitungan rasionalitas, maka ide menjadi tidak berarti jika tidak cepat ditangkap dan dituangkan dalam bentuk gagasan. Dengan intuisi yang terasah, maka ide yang telah menjadi gagasan akan bisa berubah menjadi sebuah karya yang hebat, jika kita mampu mengolahnya. Sesungguhnya, apa yang kita dapatkan hanya sebesar apa yang kita yakini.

Sahabatku,
Komentar dan pendapat dari Anda sangat saya harapkan. Saya yakin Anda memiliki potensi yang bisa Anda bagikan. Potensi diri merupakan karunia yang diberikan Tuhan kepada makhluk-Nya. Jika dioptimalkan menjadi sumber kebaikan, maka potensi tersebut dapat bersinar untuk menerangi kehidupan. Karena itu, mari kita warnai negeri yang kita cintai ini dengan ide-ide baru, dan semangat untuk berbagi. Terimakasih atas komentar dan pendapatnya.Bandung, Selasa Wage.***

15 Januari 2013

Wassalam
Muchtar A.FTop of Form

(Lanjutan)             HOW TO ACTIVATE MID BRAIN USING “GELOMBANG ALPHA?” 
Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah,
            Terimakasih, semoga Allah Swt memberikan banyak limpahan rezeki kepada semua sahabat yang telah berkenan memberikan saran, komentar, dan acungan jempolnya. Pertanyaan pak Imam: “How to activate mid brain using gelombang alpha?” menarik untuk kita jadikan bahasan bersama. Gelombang alpha adalah gelombang pikiran bawah sadar. Konon, otak tengah (Mesencephalon) adalah bagian otak yang pertama kali berkembang sebelum otak kanan dan otak kiri berkembang. Daya ingat juga banyak sekali dikontrol oleh otak tengah. Aktivasi otak tengah membuat otak kanan dan otak kiri kita dapat melakukan komunikasi dengan baik. Karena memori ada di bagian tengah, maka dengan berkembangnya otak tengah, kapasitas memori juga dapat ditingkatkan.
            Sayangnya, buku-buku yang dipakai sebagai panduan dalam training aktivasi otak tengah diduga tidak memiliki sumber referensi yang bisa dipercaya dan bertentangan dengan ilmu syaraf modern. Ternyata, otak tengah bukanlah penghubung otak kiri dan otak kanan. Otak tengah terletak di antara otak depan dan otak belakang dan sama sekali tidak menghubungkan otak kanan dan otak kiri. Penghubung otak kanan dan otak kiri adalah corpus callosum. (dr.Arman Yurisaldi,M.S.SpS. Mengungkap Misteri Otak Tengah 2010). Dan tidak ada satu ahli syaraf, neurologist, yang membenarkan isi buku tersebut.
            Buku lainnya yang menyanggah Aktivasi Otak Tengah berjudul “Membongkar Aktivasi Otak Tengah, Penemuan Terbesar di Dunia atau Penipuan Terbesar di Indonesia,” yang ditulis dengan gaya popular oleh Arif Virkill Yulian. Dalam teori Aktivasi Otak Tengah juga banyak tersebar istilah yang tidak dikenal dalam ilmu kedokteran syaraf. Seperti: rasa gembira akan membuka otak, keadaan genius, dan interbrain. Sebagai ahli syaraf, dr Arman tidak menganjurkan masyarakat untuk mengikuti program Aktivasi Otak Tengah, sehingga metode ini benar-benar telah teruji dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
            Menuntut ilmu adalah salah satu jalan mencari keridhaan Allah. Karena metode Aktivasi Otak Tengah dikhawatirkan sebagai praktek dari New Age Spirituality yang sangat bertentangan dengan ajaran agama Samawi, akhirnya saya kembali menekuni metode tafakkur dan tadabbur. Saya pikir, saat sesuatu sudah keluar dari keilmiahan, maka hanya wahyu (agama) yang bisa menjawab. Memang tidak semuanya bisa dijelaskan secara ilmiah, namun segala yang ilmiah pasti bisa dijelaskan dengan mudah. Ketika saya tanyakan kepada rekan-rekan yang sudah malang-melintang di dunia hypnosis dan supranatural, ternyata sholat khusyu’ merupakan meditasi tertinggi dalam Islam.
            Kalau kita berhasil melakukannya, akan semakin terbuka berbagai bentuk amal saleh lainnya. Kunci ibadah yang dimaksud adalah shalat. Allah Swt berfirman bahwa sesungguhnya shalat lebih besar keutamaannya daripada bentuk ibadah-ibadah yang lain, dan Allah mengetahui apa yang manusia kerjakan. (QS. Al ‘Ankabuut [29]:45). Shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab Allah.
            Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya beres, akan beres pula seluruh perilakunya, dan apabila shalatnya rusak, akan rusak pula segala perilakunya.” (HR. Thabrani). Jika shalatnya diterima, maka akan diterima pula seluruh amalnya. Jika shalatnya ditolak, maka akan tertolak pula seluruh amalnya. Jika shalat dilakukan dalam keadaan lalai atau masih dalam kondisi mabuk keduniawiaan dan pikirannya masih melayang ke mana-mana, maka perjalanan ruhani menghadap Allah akan berbalik hanya pada ilusi pikiran.
            Shalat yang dikerjakan sembarangan, akhirnya menjadi sia-sia. Akibatnya, Allah pun tidak akan merespon apa-apa kepada diri kita. Oleh karena itu, shalat harus dilakukan dengan khusyu’ sesuai syarat dan rukunnya. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mu’minuun [23]:1-2). ). Masalahnya, kekhusyu’an shalat dianggap sebagai sesuatu yang sulit diperoleh, karena kebanyakan orang hanya mengaktifkan fungsi otak kiri yang logis dan analitis, namun tidak memiliki kemampuan berimajinasi dan mengasah intuisi. Sementara, potensi otak kanan ketika shalat dibiarkan liar melayang-layang entah ke mana, sehingga shalat yang dilakukannya hanya mendapatkan rasa capek dan benar-benar melelahkan. Rasulullah Saw bersabda: “Berapa banyak orang yang shalat, namun hanya mendapatkan rasa capek dan lelah.” (HR. Abu Daud).
Sahabatku,
Keterangan ini menegaskan bahwa shalat memiliki peran yang sangat penting sebagai katalisator yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mengarungi kehidupannya, terutama dalam merawat kesucian fitrah, yaitu kecenderungan berbuat yang terbaik dalam beragama, sesuai dengan perjanjian primordial yang pernah manusia ucapkan ketika Allah Swt mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap setiap jiwa manusia. Sayangnya, semua manusia telah melupakannya. (QS. Al A’raaf [7]:172).
            Seharusnya, ketika kita berserah diri kepada Allah, maka otak kiri tidak lagi aktif. Otak kanan yang berkaitan dengan rasa, emosi, dan intuisilah yang berperan. Akibatnya bisa lebih terasa enak dan tenang. Ketika hati kita pasrah dan tunduk dalam keadaan diam tanpa kata-kata, maka pikiran kita bergerak mengikuti naluri. Tubuh pun ikut pasrah sehingga otot-otot lebih kendor dan terasa rileks. Jika kepasrahan ini diteruskan dan diikuti dengan sepenuh hati, maka orang akan tersujud dengan sendirinya. Sujud yang bukan dari perintah otak, tetapi sujud yang muncul dari hati yang berserah diri.Untuk menjalankan shalat khusyu’ sesungguhnya tidak harus menjadi ahli dalam bidang agama terlebih dulu. Sebagaimana orang yang hendak menunaikan ibadah zakat, haji, atau berpuasa, maka ilmu yang diperlukan hanya sekitar hukum-hukum fikih zakat, haji dan puasa. Di samping itu, hanya diperlukan sebuah keyakinan adanya Allah yang sangat dekat dengan diri kita. Jika keyakinan itu ada, maka kita akan mudah dalam mendapatkan kekhusyu’an dalam shalat, dan tidak mungkin shalat yang kita lakukan menjadi terburu-buru atau asal-asalan.
            Sesungguhnya shalat ada dua jenis, yaitu shalatnya orang mukmin dan shalatnya orang-orang yang munafik. Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah juga akan membalas atas tipuannya tersebut. Mereka itu apabila melaksanakan shalat dilakukan dengan perasaan malas, dan mereka tidak serius di dalam mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja.” (QS. An Nisaa’ [4]:142); Jika shalat dilakukan dengan rasa malas, tidak serius, terburu-buru, atau karena riya untuk mendapatkan pujian atau popularitas di masyarakat, atau lebih banyak memikirkan hal-hal selain Allah, indikator ini menunjukkan ciri-ciri dari orang yang munafik. Terhadap orang munafik, Allah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka.
            Hanya gara-gara malas dan tidak serius dalam shalatnya, lalu banyak orang yang mengatakan bahwa shalat khusyu’ itu tidak mungkin bisa dilaksanakan. Apalagi di zaman modern sekarang ini. Padahal dengan tegas, Allah Swt berfirman: “Qad aflahal mu’minuun, alladziina hum fii shalaatihim khasyi’uun.” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. (QS. Al Mu’minuun [23]:1-2); Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Mu’minuun {23]:11).
 Sahabat yang dirakhmati Allah,
            Memang bukan hal yang mudah untuk menyingkirkan virus-virus negatif yang masih tersimpan di dalam pikiran, hati dan jiwa. Namun Anda harus meyakini bahwa setiap yang terucap dari mulut Anda adalah doa. Jika Anda memiliki kemauan yang kuat, Anda bisa membersihkannya. Ingat bahwa pikiran adalah pelayan yang baik namun sekaligus juga sebagai majikan yang jahat. Pada saat pikiran menjadi majikan, maka hidup seseorang akan menjadi gelisah, dan tidak akan memiliki jiwa yang tenang.
            Pikiran terkadang juga sangat liar. Pikiran bagaikan tanaman, kalau tidak Anda rawat yang tumbuh adalah rumput-rumput liar. Untuk itu, hati-hatilah dengan pikiran. Jangan sampai pikiran yang sangat liar tersebut diberi kesempatan untuk mengendalikan jiwa Anda. Sangat berbahaya. Jiwalah yang harus menguasai pikiran Anda. Kiranya hanya itu yang bisa saya sampaikan berkaitan dengan pertanyaan pak Imam: “How to activate mid brain using gelombang alpha?” Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Bandung, 15 Januari 2013Wassalam,
Muchtar A.F
 

Bottom of Form

 

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan

Imam Sujoto

Kabid Infokom PP P2TEL periode 2010 - 2014

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close