Kesehatan

Kanker bisa disembuhkan ?

Dalam setiap kali undangan seminar, pertanyaan ihwal apakah kanker bisa dicegah hampir selalu muncul. Beberapa kali saya diminta juga untuk membahas hanya soal kanker. Bahwa sejatinya kanker pun bisa kita cegah. Sebagian besar pencetus kanker berasal dari faktor makanan. Yang kita makan ternyata salah. Kita lebih memilih menu olahan yang ditambahkan zat additive yang tak menyehatkan itu, selain bahan baku masakan sudah tak sehat sejak awal, serta cara olah yang juga merugikan kesehatan.

Sekadar keripik, kerupuk, mi, gorengan, siapa tahu ditambahkan zat kimia penggaring, pewarna, penyedap, pengawet, dan lilin antilengket.
Dalam sebuah buku tebal “The China Study” saya membaca, bahwa angka kanker orang China di provinsi yang konsumsi dagingnya lebih banyak, ternyata angka kankernya lebih tinggi. Bukti bahwa faktor genetik dikalahkan oleh faktor pilihan makan karena bangsa China secara genetik homogen.

Saya menulis buku “Jurus Sehat Tanpa Ongkos” yang banyak mengutip bagaimana orang Okinawa Jepang yang paling panjang umur di dunia memilih gaya hidupnya. Mereka seperti nenek moyang kita, memilih makan nasi sepiring, ikan, tahu, tempe, sayur asem, lodeh, dan sejenis itu. Bukan bistik, burger, hotdog, atau semua fast food. Gerakan “low food” memilih ubi rebus ketimbang donat. Maka batasi menu olahan dan berpihak pada menu alami, selain menjauhi pencetus kanker lainnya, termasuk kebanyakan makan ikan asin (nitrosamine yang bersifat carcinogenic), sinar matahari siang, sembarangan memakai kosmetik mercury untuk pemutih, minum pil hormon buat cantik dan awet muda, dan membiarkan kegemukan tanpa berupaya mau bergerak badan. Salam sehat,

(Rizal Ch; sumber dari : SIAPA BILANG KANKER TIDAK BISA DICEGAH; by Dr. Handrawan Nadesul)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close