Psikologi

Post power syndrome

Secara harfiah, post power syndrom adalah sindrom dirasakan orang yang telah usai memegang kekuasaan. Biasanya suaranya didengar, pendapatnya dijadikan pertimbangan dan kehadirannya dinantikan banyak orang, kini tinggal kenangan. Yang ada hanyalah goresan sejarah dan perasaan bercampur aduk, resah mencari ke mana lagi ada tempat untuk mengaktualisasi diri.

Yang perlu dilakukan sebelum post power syndrom menyapa adalah membuat kesibukan agar dapat berkontribusi untuk masyarakat luas, sehingga tidak ada kevakuman dalam beramal untuk kemslahatan sesama. Hati–hati dengan kesendirian. Domba yang sendiri lebih mudah diterkam oleh serigala daripada domba yang bergerombol.

Jika manusia tahu bahwa kematian akan menghentikannya dalam beraktivitas, maka ia pasti akan melakukan perbuatan dalam hidupnya yang pahalanya terus mengalir setelah ia mati (Ibnu Al – Jauzi)- (Pak Oto)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close