Psikologi

Warna kehidupan

Saya yakin segala sesuatu itu netral. Baik itu benda, orang atau kejadian. Mereka mulai berwarna ketika pikiran kita beri warna. Jika kita beri warna indah, maka muncul perasaan positif dan menyenangkan. Sebaliknya, jika kita memberi warna buruk maka muncul perasaan tidak menyenangkan.

 

Saya berikan sebuah analogi untuk lebih mudah dipahami. Segala sesuatu itu ibarat kanvas putih.

Lalu pikiran kita memberinya corak dan warna sesuai dengan ketersediaan warna yang ada di dalam pikiran kita sendiri. Lalu dari mana asalnya warna-warni yang tersedia beraneka di dalam pikiran?

 

Siapapun atau apapun yang pernah hadir di dalam hidup kita yang masuk melalui pintu indera kita, telah berkontribusi menyumbang satu warna. Saat bayi hingga jadi anak kecil, pikiran kita diset ke satu mode. Yaitu mode MENERIMA. Warna warni yang kita terima dari kecil sangat beragam. Warna terbanyak diterima itulah warna yang paling sering dipakai saat dewasa.

 

Jika lingkungan memberi banyak “warna kemarahan” pada tindakan kita saat kecil, maka warna kemarahan pulalah yang sering kita pakai untuk mewarnai. Jika “warna kasih” yang sering diterima saat kecil, maka saat dewasa kita sering menggunakan warna kasih pada segala sesuatu yang menghampiri hidup kita.

 

Sekarang lihat warna apa yang paling sering kita pakai untuk mewarnai benda, orang dan atau kejadian?

Artinya warna itulah yang paling banyak dimiliki dalam pikiran kita. Jadi, segala bentuk emosi yang kita rasakan adalah tidak benar karena orang lain. Tetapi ia berasal dari dalam diri kita sendiri.

 

Jika dalam pikiran kita dipenuhi warna kelam dan gelap yang jika disapukan ke kanvas putih takkan bisa menjadikannya sebuah lukisan yang indah. Ingatlah selain warna kita bisa memberikan corak pada lukisan. Untuk bisa memberikan corak indah, kita harus belajar dan jadilah seorang pelukis kreatif, dengan warna2 yang positif. (Andre Wahjudibroto)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close