Aku cinta Indonesia

Courage

Semua pasti ada yang pertama kali. Petama kali masuk sekolah, pertama kali masuk bekerja. Petama kali ternyata bukan monopoli milik anak-anak, bahkan orang tuapun sering-kali mengalami hal yang pertama kali. Pertama kali purna tugas, pertama kali masak, pertama kali naik puncak gunung, pertama kali momong cucu sampai pertama kali menjadi duda..

Tapi, asyik sekali mengamati pertama kali anak-anak taman kanak-kanak diajak ke kolam renang. Serombongan pengasuh, terdiri dari 5 orang ibu-ibu guru, datang ke kolam renang membawa sekita 40 orang anak-anak ke kolam renang. Mereka mencarter sebuah bus.

Para pengasuh langsung bekerja, mereka mengatur tas-tas anak-anak berjejer rapi. Sebagian lagi mencopoti baju luar anak-anak, tinggal memakai celana dalam dan kaos singlet. Setelah semua siap mereka berbaris berjejer di tepi kolam. Hampir semua tampak wajah takut, tapi antusias.

Kemudian ibu guru semua nyemplung ke kolam, mereka memakai celana olah raga dan  berkerudung, berjejer menghadapi anak-anak. Kemudian anak-anak diminta duduk berjejer di bibir kolam. Semua diminta bermain air dengan kaki-kaki mereka yang mungil, menendang-nendang air hingga muncrat. Suasana ramai, rasa takut sudah berangsur hilang tersapu keriangan bermain air.

Setelah puas bermain anak-anak diminta nyemplung dan mereka berebutan turun nyemplung. Ibu-ibu pengasuh membantu mereka. Mereka kemudian diminta berjajar menghadap ke bibir kolam sambil berpegangan ke tepi kolam. Kembali mereka diminta bermain berloncat-loncat, didalam air. Suasana riuh rendah. Kemudian, mereka diminta berbalik dan berjalan perlahan-lahan ke seberang sekitar empat atau lima meter. Yang masih takut-takut, tentu di bimbing oleh para pengasuh. Dua kali seberang pulang balik, sudah tidak ada yang takut lagi.

Akhirnya, ibu-ibu guru melemparkan bola-bola plastik, besar atau kecil kedalam kolam. Anak-anak berebutan bermain bola. Tentu ada yang jatuh, tapi kemudian segera bangkit kembali sambil menjerit-jerit. Tentu ada pula yang terminum air kolam, tapi tak apalah, itu bagian dari proses belajar. Mereka
menikmati belajar mereka.

Anak-anak ini beruntung, dibimbing dalam tangan yang baik dan benar. Bagaimana dengan kita? Apakah proses pertama kita juga baik dan benar? Bagaimana kita terjun ke Pasar Modal, apakah ada pembimbing kita? Apakah kita berbekal ilmu yang benar? (Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close