Kesehatan

Food combining, pilihan sehat

Sekali lagi bahwa, berparadigma sehat banyak jenisnya. Yakes menggalakkan “Pilihan cerdas sehat alami-Dr Tan Shot Yen. Namun sebagai pengetahuan ada baiknya disajikan salah satunya silahkan berikut ini : Ahli bedah AS, Dr. William Howard Hay, yang mempopulerkan food combining (FC) secara ilmiah 1920-an. Dia lakukan sesudah sembuh dari beragam penyakit kronis selama tahunan. Ia berpola makan food combining selama 3 bulan.

 

Selain tidak lagi menderita ginjal kronis, tekanan darah tinggi, dan pembengkakan jantung, seperempat bagian berat badan Dr. Hay yang hampir 100 kg ikut susut. Sejak itu, pola makan FC yang dikenalkan sebagai Hay System Diet, alias Pola Makan (Sehat) Menurut Hay.

Prinsip food combining
FC mengikuti standar pola makan 4 Sehat. FC mempertimbangkan efektivitas penyerapan zat gizi-zat fitokimiawi nirgizi dalam makanan. Asupan makanan diatur mengikuti siklus alami tubuh. Yang menonjol dalam FC kita tidak disarankan menyantap nasi-lauk pauk-sayur-buah sekaligus dalam satu jam makan.

Inti FC mencakup 4 hal. Pertama, asupan makanan segar dan alami, menjauhi makanan yang diproses. Sayuran-buah segar jadi bagian utama menu sehari-hari. Jangan takut kelaparan, karena kita bebas mengkonsumsi karbohidrat, yang membuat kenyang. Lauk-pauk sumber protein, yang meningkatkan kegurihan hidangan, tidak boleh diabaikan.

Yang tidak disarankan, makanan olahan, karena tidak alami. Misal makanan kalengan, awetan (sawi asin, manisan buah, abon), dan makanan mengandung food additives (MSG, pewarna sintetis). Kecuali tempe dan yogurt, karena kandungan senyawa fitokimiawinya makin kaya setelah mengalami proses olahan.

 

Beras putih slip yang mengalami proses pemucatan, penambahan esens (biasanya esens pandan), dan pengasapan pengawetan tidak disarankan. Paling baik mengkonsumsi beras merah, boleh juga beras putih tumbuk.

Kedua, Pentingnya menyantap kombinasi makanan mengikuti siklus alami metabolisme tubuh. Berbeda dari kebiasan selama ini yang hanya mementingkan mendapatkan energi dari asupan makanan, dengan makan semuanya sekaligus secara campur aduk.

Pengaturan kombinasi makanan membuat tubuh lebih hemat menggunakan energy, memproses makanan. Dampaknya, tubuh menjadi lebih bugar dan bertenaga. Penghematan energi ini bermanfaat menghambat kerusakan sel akibat ekploitasi sel dan organ tubuh berlebihan.

 

Salah satu alasan orang yang menerapkan pola makan food combining umumnya tampak bugar dan awet muda. (Faktor lain, karena mereka banyak mengkonsumsi serat alami dari sayuran dan buah-buahan segar yang juga kaya antioksidan.)

Pengaturan kombinasi makanan penting untuk meningkatkan efektivitas proses pencernaan. Setiap jenis makanan, karbohidrat, sumber protein, sayuran, dan buah, memerlukan enzim pencernaan berbeda. Jika disantap bersamaan / hampir bersamaan, proses pencernaan tidak efektif, sehingga banyak zat gizi dan zat fitokimiawi nirgizi terbuang.

Ketiga, FC mementingkan keseimbangan asam-basa tubuh. Kesimpulan penelitian menyebutkan proses pencernaan makanan berjalan efektif jika jaringan tubuh dan darah (bukan lambung) dalam kondisi netral cenderung basa, dengan pH 7,35 – 7,45. Jika tubuh dalam kondisi asam, kita menjadi mudah kembung dan diare.

Keempat, FC tidak memerlukan takaran konsumsi makanan. Kita bisa makan berjumlah lebih bebas, sejauh kombinasinya serasi. Sebagai sarana berdiet, mencapai berat badan ideal, diet penyakit, dan mencapai kesehatan prima, FC sangat mudah dipraktekkan. Bekal utama yang diperlukan, kiat makan dengan kombinasi makanan yang serasi.

Siklus alami tubuh
Tubuh melakukan tiga aktivitas pengelolaan asupan makanan secara simultan selama 24 jam, meliputi mencerna makanan, menyerap sari makanan, dan membuang sampah makanan. Aktivitas itu tidak dalam periode bersamaan. Masing-masing memiliki masa aktif berbeda, sehingga membentuk rantai kerja dalam siklus alami yang sambung-menyambung.

Sejak pukul 04.00-12.00, tubuh membuang sampah makanan. Sebagian besar energi tubuh terpakai untuk melakukan proses itu. Agar energi tubuh tercurah untuk proses pembuangan, sepanjang waktu itu disarankan tidak mengisi perut dengan makanan berat. Sarapan berupa sumber karbohidrat (nasi, roti), sayuran, dan lauk-pauk, menyita energi tubuh, sehingga pembersihan sampah makanan terhambat.
Santap buah-buahan segar atau minum jus buah segar tanpa tambahan apapun sebagai menu sarapan maupun kudapan sepanjang rentang waktu tersebut. Selain tidak butuh proses pencernaan lama (10 – 45 menit), buah segar menyediakan sumber energi siap pakai.

 

Boleh buah apa pun, kecuali durian, nangka, cempedak. Hanya saja, melon, semangka, blewah, hamigua, dan buah jenis Cucurbitaceae sebaiknya tidak dimakan bersama buah lain, karena proses pencernaannya sangat singkat.

Pukul 12.00- 20.00 merupakan rentang waktu bagi tubuh untuk menjalankan fungsi mencerna makanan. Inilah saat paling tepat untuk mengisi perut dengan makanan yang proses cernanya berat dan lama, yakni sumber karbohidrat, sumber protein (hewani maupun nabati), dan sayuran.

 

Waktu cerna karbohidrat 3 jam, protein 4 jam, dan sayuran 2 jam. Sementara waktu cerna lemak 6 – 8 jam. Karena itu, lemak sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, agar tidak mengganggu proses pencernaan makanan lain yang waktu cernanya lebih singkat.

Namun mengingat proses pencernaan makanan paling efektif akan berakhir pukul 20.00, makan malam hendaknya sudah selesai satu jam sebelumnya. Agar pada pukul 20.00 malam hingga 04.00 dini hari, tubuh dapat menjalankan fungsi penyerapan sari makanan dengan baik.

 

Jika kita telat makan, penggunaan energi tubuh yang sedianya terpusat pada proses penyerapan sari makanan akan terbagi untuk mencerna makanan. Akibatnya, tubuh akan memboroskan energi dan menyia-nyiakan sari makanan.

Makan tengah malam bermenu komplet (karbohidrat, protein, dan/atau sayuran) akan mengacaukan siklus alami tubuh. Proses penyerapan sari makanan akan tertunda, karena tubuh harus berbagi energi untuk mencerna yang datang tidak pada waktunya. Kekacauan siklus ini mengakibatkan ketidaknyamanan di pagi hari, seperti buang air besar tidak lancar, perasaan gelisah, kurang bersemangat.

Jika merasa lapar pada malam hari, usahakan menyantap makanan yang tidak membebani proses alami tubuh. Buah-buahan segar bisa menjadi pilihan. Agar kenyang kita bisa makan pisang segar (bukan pisang rebus/goreng). Boleh ditambah yogurt dengan tambahan madu. Bisa juga buah, yogurt, dan madu diblender hingga menjadi lassie atau smoothie, jus dengan tekstur kental dan pekat.

Selain pada periode pembuangan (pukul 04.00 – 12.00), buah-buahan segar atau jus buah segar tetap boleh dinikmati di luar waktu ini. Hendaknya disantap 45 -60 menit sebelum tiba saat makan berat, agar proses pencernaan buah sudah akan selesai begitu tubuh harus mulai mencerna makanan berat. FC tidak mendukung konsumsi buah setelah makan berat seperti yang selama ini kita lakukan.

Keseimbangan asam-basa tubuh
Kesehatan tubuh terjaga jika pH jaringan-pH darah bersifat netral cenderung basa. Untuk mempertahankan kondisi ini, pengaturan asupan makanan berpola makan FC berperan utama. Yakni mengkombinasi makanan pembentuk asam dengan pembentuk basa, sehingga saling menetralkan.

Sifat sebagai pembentuk asam-basa ini tidak berhubungan dengan rasa bahan makanan. Sebagai contoh, sekalipun rasanya asam, air jeruk lemon/nipis merupakan cairan pembentuk basa, bukan pembentuk asam. Juga buah-buahan matang yang rasanya asam, seperti jeruk bali, nanas, stroberi, kiwi.

 

Sayuran merupakan makanan pembentuk basa. Sementara sumber karbohidrat dan protein merupakan makanan pembentuk asam. Untuk mendapatkan kombinasi makanan serasi, sehingga tercipta pH tubuh netral, secara gampang kita bisa berpegang pada pola kombinasi asam-basa berupa makanan sumber karbohidrat + sayuran atau sumber protein + sayuran.

Dengan berpedoman pada pola demikian, akan mudah bagi kita untuk menyusun menu makanan sehari-hari atau memilih makanan yang tersedia di hadapan kita tanpa harus berpantang. Kombinasi makanan serasi tersebut bisa ditukar untuk dinikmati baik pada saat makan siang maupun makan malam.

 

Namun hendaknya dalam sehari bisa terisi dengan kedua kombinasi itu, agar tubuh cukup mendapatkan kalori, protein, dan mineral. Hanya jika terpaksa kita bisa menggandakan salah satu kombinasi dalam sehari. Misalnya, menyantap kombinasi karbohidrat + sayuran pada saat makan siang maupun makan malam. Hal ini masih lebih baik daripada makan hidangan dengan kombinasi tidak serasi.

Ada pengecualian untuk sumber protein berupa tempe dan tahu. Fermentasi tempe dan proses pengolahan kedelai menjadi tahu telah memecah ikatan proteinnya, sehingga protein tempe-tahu mudah dicerna. Karena itu, tempe dan tahu bisa disantap bersama dengan sumber karbohidrat. Demikian pula dengan kedelai, karena merupakan makanan pembentuk basa.

Kombinasi sumber karbohidrat + sumber protein, misalnya nasi dan rendang, merupakan kombinasi makanan yang tidak serasi. Soalnya, keduanya merupakan makanan pembentuk asam, sehingga dapat makin meningkatkan keasaman tubuh. Dalam pengertian awam dengan bahasa yang lebih sederhana, food combining tidak membenarkan karbohidrat ketemu protein. Pasangan ideal bagi karbohidrat maupun protein adalah sayuran.

Panduan pola makan food combining
Pedoman berikut memudahkan kita, terutama para pemula, untuk menerapkan pola makan food combining tanpa harus bingung menghafal kombinasi asam-basa.

Menu sehari yang ideal
1 menu buah-buahan
1 menu karbohidrat + sayuran
1 menu protein + sayuran

Variasi menu sehari jika menu ideal tak mungkin dilaksanakan
Variasi 1
1 menu buah-buahan
2 menu karbohidrat + sayuran

Variasi 2
2 menu buah-buahan
1 menu karbohidrat + sayuran

Variasi 3
2 menu buah-buahan
1 menu protein + sayuran

Variasi 4 (jika sulit memperoleh buah segar)
2 menu karbohidrat + sayuran
1 menu protein + sayuran

 

(Iin Indira; http://www.sedap sekejap.com/artikel/2002/edisi1/files/sehat.htm)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close