Hobi danKetrampilanSelingan

Berburu bayi jenius

Kabar24.com, SHENZEN—Lembaga riset swasta di Kota Shenzen, China, mengklaim sedikit lagi pihaknya mampu menyediakan layanan pemilihan embrio bagi para orangtua di Negeri Tirai Bambu itu. BGI, nama lembaga riset swasta ini, percaya 50-80% turunan identik dari embrio dengan IQ unggul dapat dilahirkan dari beragam rahim.

 

Saat ini, BGI tengah memetakan gen-gen dengan kemampuan jenius dan mengisolasinya di laboratorium khusus. Maksud pengisolasian tersebut untuk meneliti rahasia di balik kehadiran gen-gen jenius dan mengklasifikasikannya berdasarkan keunggulan yang berbeda satu sama lain.

 

2.000 contoh DNA unggul berhasil dikumpulkan lembaga yang dulu bernama Beijing Genomics Institute ini, dan menjadikannya sebagai lembaga riset genetik terbesar di dunia. Hasil penelitian ini akan dapat digunakan para ortu untuk memilih ’embrio pintar’ sebelum benar-benar masuk ke dalam kandungan.

 

Salah satu divisi di BGI mulai menyediakan jasa layanan tes genetik guna melakukan penyaringan gen-gen unggul dari masing-masing pasangan. Ini dipercaya oleh peneliti bahwa setiap anak menyimpan angka IQ 13 poin dari gabungan gen kedua ortuya. Jika salah satu atau kedua ortu ber-IQ tinggi, maka sang anak kemungkinan besar akan mendapat turunan gen unggul itu.

 

“Sayangnya hanya 2-3 individu per seratus anak yang lahir dengan tingkat intelegensia tinggi secara alami,” ujar Stephen Hsu, salah satu peneliti di BGI. Ini mendasari penelitian yang dilakukan BGI, yang nantinya lembaga itu memiliki semacam bank embrio yang berisi cangkokan gen-gen unggul.

 

Para orangtua dapat memilih kumpulan DNA unggulan itu untuk dijadikan layaknya implan di dalam embrio  yang dikandung. Secara tidak langsung hal ini berkaitan dengan definisi bayi tabung. Mungkin subjek penelitian ini cukup kontroversial di tingkat dunia karena menunjukkan secara gamblang mengenai ‘industrialisasi’ gen unggulan.

 

Terlebih lagi hal tersebut, dilihat dari sudut pandang agama dan kemanusiaan, dianggap menyalahi kodrat yakni manusia menciptakan manusia sesuai kehendaknya sendiri. Meski dianggap kontrovesial, namun pemerintah China mendukung proyek ini dengan memberi bantuan dana kepada BGI sebesar 1,5 juta miliar dolar AS (sekitar Rp18,1 triliun) yang disalurkan bertahap melalui Bank Pembangunan China.

 

Bahkan berhembus kabar bahwa kelak pemerintah China akan mengimplementasikan hasil penelitian tersebut ke layanan kesehatan nasionalnya. (Kabar24.com/dailymail.co.uk; dan http://www.lintas.me/news/dunia/kabar24.com/berburu-bayi-jenius-ke-negeri-china)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close