Iptek dan Lingk. Hidup

Jalan di pantai selatan Jawa

REPUBLIKA.CO.ID, 150 tahun lebih jalan itu bernama Daendels. Bukan, penghubung Anyer-Panarukan 1.000 kilometer. Jalan itu itu berada di Selatan p. Jawa, melintasi provinsi Jawa Tengah. Jaraknya tak begitu jauh, 130 Km. Jalan itu menghubungkan kota Bantul dengan Purworejo, Kebumen, dan Cilacap.

Jalurnya rawan, tanpa marka dan penerangan. Kondisi itu membuat orang malas menyambanginya. Sejarah tutur terbentuk. Nama Daendels diasosiasikan dengan Gub. Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels yang membangun jalan berlumur darah, Anyer Panarukan (de Groote Postweg). Padahal informasi yang ditemukan, sama sekali tidak ada kaitan antara keduanya.

Jalan Daendels Selatan, Yogyakarta-Cilacap bukan buatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels (1808-1811). Jalur eksotis pantai Selatan jauh lebih tua dibanding jalur Utara. Jalan Daendels Selatan merupakan jalur kuno sejak abad ke-14.

“Jalur upeti kerajaan di Jawa, penghubung kerajaan Kediri-Majapahit-Pajang-Mataram-Cirebon, hingga ke Demak di Utara,” kata Sejarawan Kebumen, Ravie Ananda. (http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/14/01/24/mzwc1s-kekeliruan-sejarah-tentang-jalan-daendels-selatan)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close