Psikologi

Teman hidup

Banyak teman yg mengatakan bahwa asay seneng clelekan, tidak serius, tapi dari pola hidup yg demikian itu saya bisa bertahan hidup sampai sekarang dalam kondisi sehat, bugar, dan cerah. Sy berpendapat apa yg nampak diluar itu menggambarkan kondisi didalam tubuh kita.

Coba simak cerita ini:
Laki-laki sebelum menikah lucu-lucu, tertawa, bercanda dan menceritakan hal-hal lucu pada pacarnya. Setelah menikah, banyak istri tidak menikmati kelucuan suaminya lagi. Apakah laki-laki setelah menikah kehilangan kelucuannya? TIDAK !!! Ia tetap lucu, hanya lucunya di luar rumah.
Di kantor, bertemu suplier, buyer, rekan bisnis, di jamuan makan malam, ia menyampaikan hal-hal lucu dan membuat banyak orang tertawa. Kenapa di rumah Suami tidak lucu lagi? Karena istrinyalah yang membentuknya dan memintanya demikian (secara tidak sadar).

 

Coba diingat-ingat, bulan-bulan pertama menikah, ia masih suami yang lucu bukan? Namun setelah itu, saat ia melucu, istri berkata, “kamu itu bisa enggak sih serius? (dengan jengkel karena istri menilai, suami tidak bisa serius).
Sesuai permintaan dan keinginan istri tersebut, banyak laki-laki yang lucu di luar rumah, begitu memasuki halaman rumah, ia segera bersiap-siap jadi alim, siap-siap jadi serius. Waktu berlalu dan…… tahu-tahu suami istri bukan seperti sahabat yang bercanda tertawa ceria….

Suami istri adalah jabatan formal untuk ayah dan ibu bagi anak-anak. Istri bukan teman bercanda, bukan teman olahraga, bukan teman jalan-jalan yang asyik, bukan teman ngobrol yang cair, bukan sahabat lagi. Suami Istri adalah hubungan formal, kaku. Di saat hubungan seperti itu …maka timbul kebutuhan TEMAN TAPI MESRA atau CLBK (Cinta Lama Belum Kelar) dan reuni, atau pertemuan-pertemuan menjadi ajang awalnya kemesraan di luar rumah bersemi.

 

Ini sudah menjadi rahasia umum. Selesai acara-acara reunian/pertemuan…Si suami mulai pasang password di HP, Tablet, Laptop….dan kalau perlu mandi pun HP dibawa … Konon ini tanda-tanda hati mulai bercabang. Akan lebih baik, jika kita kembali kepada suasana di kala pacaran dulu, dengan mulai menjadikan pasangan anda teman bercanda, teman yang hangat, teman bicara yang menyenangkan.

 

Jadikan pasangan sebagai sahabat. Pasangan anda adalah TEMAN HIDUP dan bukan hanya TEMAN TIDUR. Perkawinan memang FORMAL, LEGAL tapi jalanilah dengan penuh tawa. (Suhirto M)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close