Islam

Ramadhan dan bulan purnama

Kultum :Bapak Ibu yang insya Allah berpuasa di bulan suci Ramadhan. Umat muslim paling menantikan bulan ini. Sebelum kedatangan agama Islam, bertahun tahun Ramadhan sama dengan bulan lain berlalu tanpa kesan. Bulan sudah empat juta tahun setia mengelilingi bumi. Allah menciptakan bulan ini ribuan tahun dan digunakan untuk penanggalan, untuk kalender.

Bangsa Mesir, bangsa China, Jepang, umat Hindu, bangsa Arab sudah lama mengenal kalender bulan, (disebut Komariah). Tidak seperti kalender yang berdasarkan matahari, orang dengan mudah menandai datangnya bulan baru, hanya dengan mengamati munculnya bulan baru.

Dan itu berlaku diseluruh belahan bumi. Bila di Arab bulan Purnama, di Amerika, juga bulan Purnama. Tidak ada di sana bulan sabit, di sini bulan penuh. Itulah kebesaran Allah. Bapak, ibu dan terutama adik-adik, yang kini ikut shalat subuh berjama’ah. Marilah kita mengenal lebih jauh bagaimana bulan ini.

Bulan mengelilingi bumi, satu putaran selama satu bulan, atau kira-kira 29.5 hari. Istimewanya, sisi yang menghadap ke bumi tetap sama, sinkron. Jadi andaikata ada manusia di permukaan bulan sana, ada orang yang selalu bisa melihat bumi dan ada orang lain, di sisi lain, yang tidak pernah melihat bumi. Kecepatan beredarnya bulan pada orbitnya 1022 km per detik.

Besar bulan seperempat dari besar bumi, jarak dari bumi antara 350-400 km. Nah, kalau kita melihat bulan purnama, andadari, apakah bagus? Cantik bukan? Andaikata bila bulan lebih besar dari sekarang, tentu butuh jarak lebih jauh, tentu membutuhkan gaya tarik lebih besar, jadi belum tentu ada.

Bila bulan lebih kecil atau lebih jauh, mungkin ya hanya seperti bintang, tidak ada bulan sabit, bulan purnama. Tidak ada yang dibuat kalender, tidak ada bulan ramadhan, syawal. Mungkin lintasannya lebih jauh, jadi satu bulan bisa 60, 70 hari.

Jadi perubahan kecil kondisi keseimbangan alam bulan-bumi-matahari ini adalah keajaiban istimewa. Suatu kebesaran Allah menciptakan ini semua. Para ahli memperkirakan diantara jutaan benda langit, keseimbangan seperti di bumi-bulan-matahari-udara ini, hanya ada satu di tempat yang kita tinggali ini.

Menurut mereka tidak ada lagi tempat yang memungkinkan mahluk manusia bisa hidup dijagad raya, selain di bumi ini. Bahkan diantara ribuan makhluk lain, species lain : Semut-cacing-gajah atau ikan paus, hanya manusia yang punya kecerdasan, fisik sempurna tidak ada yang melebihi manusia.

Alhamdulillah, untuk kita hidup dan bisa bernafas adalah sebuah keajaiban. Kita sudah seharusnya, bersyukur.Manusia adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya di bumi, (surat Al Isra’ ayat 70 : “Kami lebihkan meraka diatas banyak makhluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”)

Bahkan, Malaikat dan Iblis pun diperitahkan bersujud kepada manusia., surat Al Araf, ayat 11,
“Kami berfirman kepada Malaikat, bersujudlah kamu kepada Adam. Maka merekapun bersujud, kecuali iblis.

Kembali pada bulan dalam kalender Islam. Satu tahun 354-355 hari, jadi ada bulan yang 29, ada juga yang 30 hari. Jumlah bulan dalam setahun 12, difirmankan pada surat At-Taubah, ayat 36 : “Sesungguhnya jumlah bulan adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah. Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan haram” (Rajab dan tiga bulan disekitar bulan haji, Zul khaidah, Haji dan Muharram)

Kapan perintah berpuasa diturunkan Allah? Pada saat Nabi Muhammad masih di Mekah, perjuangan menegakan Islam masih sangat berat, pernah muslim diboikot. Tidak boleh berdagang dengan penduduk Makah, kaum Qurais. Penderitaan beliau saat itu lebih berat dari berpuasa dan berbulan-bulan.

Setelah satu tahun setengah beliau hijrah ke Madinah, saat Nabi mulai berkonsolidasi kekuatan umat Muslim, maka turunlah perintah berpuasa. Tepatnya tanggal 10 Syakban. Ketika itu Nabi Muhammad, baru diperintah mengalihkan kiblat sholat dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Ka’bah di Majidil Haram di Mekah.

Hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, “berpuasalah karena melihat bulan. Tapi bila engkau tidak melihatnya, sempurnakan jumlah hari dalam Syakban itu menjadi 30 hari.” Syakban sesungguhnya 29 hari, tapi khusus untuk memulai Puasa, maka bisa 30 hari.

Puasa ini juga diwajibkan kepada umat-umat sebelum Muhammad, seperti difirmankan Allah pada surat Al Baqarah ayat 183, “Wahai orang yang beriman, wajib kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Sebelum Islam umat Yahudi juga berpuasa, pada hari tertentu. Pada hari besar mereka ada puasa penuh, untuk semua makanan. Ada puasa di hari lain, air masih boleh. Pada umat Nasrani, ada puasa pada hari tertentu, namun ada pula yang memperbolehkan minum.

Umat Hindu pun ada hari tertentu berpuasa, makan minum, bicara bahkan menyalakan apipun tidak boleh. Aturan puasa umat Islam jelas, waktu, cara dan aturan-aturannya. Bahkan ada juga puasa sunnah bahkan ada beberapa hari yang diharamkan berpuasa.

Dari A’isyah ra beliau mengatakan, ك“Terkadang Nabi SAW puasa beberapa. Saya katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan kadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sejak itu Allah melebihkan kemuliaan Ramadhan di antara bulan lain. Pada bulan ini diturunkannya Al Qur’an. Semua amalan, ibadah di bulan ini Allah berjanji melipat gandakan pahalanya, makin banyak kita beramal dan beribadah, makin lebar pintu surga terbuka.

Allah juga menutup, semua pintu ke neraka. Sumber dosa yang besar adalah keinginan ragawi, Allah memerintahkan untuk ditutup, dengan demikian pintu neraka untuk kita pun tertutup. Tergantung kita. Allah menjanjikan ada sebuah malam Lailatul Qadr, hanya ada di bulan Ramadhan, memberikan pahala luar biasa banyak.

Sejak itu, bulan Ramadhan selalu ditunggu dan saat Ramadhan akan berlalu, setiap muslim berharap, masih bertemu lagi dengan bulan yang suci ini. Sampai kapan Ramadhan dan berpuasa ini ada? Insya Allah, selamanya, sampai bulan tidak ada, bumi rata, sampai akhir Zaman. Puasa tertulis dalam Al Quran, dan Quran dijamin oleh Allah selalu ada, tidak berubah, sampai akhir jaman

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan adz-Dzikr (al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjaganya [al-Hijr/15:9]. Dalam artian dijaga keasliannya, tidak berubah sampai akhir zaman (diangkatnya AlQuran menjelang kiamat. Jadi puasa atau shaum itu akan tetap ada sampai akhir jaman.

(Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com dan http://rumahkudidesa.blogspot.com)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close