Kristiani dan Hindu

Kotak emas dan kotak hitam

Di tanganku ada dua buah kotak yang TUHAN berikan padaku untuk dijaga . Tuhan berkata, “Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam dan masukkan kebahagiaanmu kedalam kotak yang berwarna emas.” Aku hanya melakukan apa yang TUHAN katakan.

Tiap kali mengalami kesedihan maka aku letakkan ia ke dalam kotak hitam, sebaliknya saat bergembira aku meletakkan kegembiraanku dalam kotak bewarna emas. Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula.

Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam. Kini aku tahu jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh keluar.

Aku tunjukkan lubang itu pada TUHAN dan bertanya, “Kemanakah perginya semua penderitaanku?” Tuhan tersenyum hangat padaku dan menjawab, “Hamba-Ku, semua penderitaanmu berada pada-Ku.”
Aku bertanya kembali, “TUHAN, mengapa ENGKAU memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang?”

“Hamba-Ku, kotak emas Ku-berikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang AKU berikan kepadamu, sedangkan kotak hitam Ku-berikan agar kau melupakan penderitaanmu.”

Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan. Campakkanlah penderitaanmu agar kau melupakannya.
Saat TUHAN belum menjawab doamu, IA menambah kesabaranmu…
Saat TUHAN menjawab doamu, IA menambah imanmu…
Saat TUHAN menjawab yang bukan doa-doamu, IA memilih yang terbaik untukmu..

Di dunia ini tidak ada yang namanya “kebetulan” semua sudah direncanakan. Tuhan selalu menyediakan yang terbaik tergantung dari pilihan pilihan yang kita ambil. (source: http://www.inrimartha.com/kotak-hitam-kotak-emas dan http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close