Kesehatan

Hubungan pemeliharaan gigi dan Diabet

Meningkatnya penderita diabetes mellitus di Indonesia, disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup modern seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan gula tinggi. Oleh karena itu penderita DM khususnya yang tidak terkontrol rentan terhadap penyakit di dalam rongga mulut dan gigi seperti : karies gigi.

 

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, sebagian besar responden menyatakan alasan pergi ke dokter gigi / puskesmas adalah untuk periksa / kontrol saja, sedangkan alasan lain adalah untuk penambalan dan pencabutan gigi berlubang serta agar diberi obat minum.

 

Tapi, sebagian besar responden mempunyai kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori baik. Keadaan ini disebabkan karena responden yang menyikat gigi sesuai anjuran yaitu sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam dan menyikat gigi pada waktu mandi pagi dan mandi sore.

 

Jika kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seseorang kurang baik, maka angka karies gigi akan tinggi. Karies gigi pada pasien disebabkan karena mengkonsumsi makanan dan minuman manis, pernah merasakan sakit gigi, bila sakit gigi memilih untuk diobati sendiri dan tidak ke dokter gigi sehingga ada responden yang giginya dicabut karena karies Responden juga menyatakan bahawa mulutnya terasa kering.

 

Penderita DM umumnya ditandai dengan mulut kering. Mulut kering ini disebabkan oleh gangguan fungsi kelenjar, yang pada keadaan normalnya terdapat keseimbangan antara vaskularisasi, sel asini, dan kelenjar liur.

 

Kelenjar liur memiliki saraf simpatis dan parasimpatis yang memiliki peran besar terhadap aliran saliva karena memiliki efek sialogogik yang besar. Untuk itu apabila terjadi gangguan pada saraf parasimpatis yang berperan pada efek sialogogik terbesar, penurunan aliran saliva akan dapat terjadi dan mulut menjadi kering yang kita kenal juga dengan sebutan xerostomia.

 

Mulut kering tersebut disebabkan karena aliran saliva menurun sehingga menyebabkan gigi menjadi rentan terhadap terjadinya karies. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan jika kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seseorang kurang baik, angka karies gigi akan tinggi, begitupun sebaliknya jika kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seseorang baik maka angka karies gigi akan rendah.

 

Oleh karena itu pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara teratur perlu dilakukan penderita DM agar diketahui secara dini kelainan rongga mulut, sehingga diharapkan derajat kesehatan gigi dan mulut dapat ditingkatkan. (Dikutip dari: http://journal.pbpdgi.or.id/index.php/jpdgi/article/view/37/37 dan

Winda Ayu Solikhah; http://m.kompasiana.com/post/read/736358/1/hubungan-antara-kebiasaan-pemeliharaan-kesehatan-gigi-dan-mulut-dengan-karies-gigi-pada-penderita-diabetes-mellitus-.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close