Iptek dan Lingk. HidupSelingan

Usia 40 th dgn pengalaman 30 thn

Dari Milis tetangga untuk para Sahabat yang lahir tahun 60-an, menarik untuk dibaca sekaligus flash-back ke masa lalu. For those of you born in 1960s. Berdasar penelitian beberapa psikolog GENERASI BAHAGIA Itu, generasi kelahiran 1960an.

Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main petak umpet, boy-boynan, gobag sodor, lompat tali, masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogo telik menjadi permainan yg mengasyikkan.

Kami generasi yang rela ngantri di Wartel, berkirim surat dan menanti surat balasan dgn penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya.

Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya.

Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang bangga kalau pegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p.

Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, game watch yg blm berwarna.

Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.

Kami tumbuh di antara para legenda cinta spt kla Project, dewa 19, Padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on 7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: “Mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata…”

Kami generasi bersepatu Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau hujan. Cupu tapi bukan Madesu. Kami generasi bebas, bebas bermotor dg helm ciduk, bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya.

Kami juga adalah generasi pecinta kebudayaan nasional, mulai dr budaya, olahraganya sampai dengan bahasanya yg murni masih berbahasa Indonesia tanpa plesetan… Bebas bertanggung jawab.

Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka.

Kini di saat kalian sedang sibuk2nya belajar dengan kurikulummu yg njelimet, kami asik2an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dgn generasi kami.

Betapa bahagianya generasi kami. Maaf adik2… kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri. Salam sayang dari kami. Oh ya, kami BUKAN 50 tahun, kami 20 tahun … dgn 30 tahun pengalaman. (SPS)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close