Selingan

Dunia ini sempit sama mabuknya

Seorang pria sedang minum di Bar. Setelah habis beberapa gelas ia menoleh ke pria yang duduk disebelahnya, “Kayaknya aku pernah ketemu kau. Kau orang Suku xx ya?”
Pria itu mengangguk, “Ya, aku suku xx. Aku juga familiar dengan wajahmu;
Kau orang suku xx juga?”

“Ha..haaaa..sama kita. Horas bah”, kata pria pertama.
“Horas..horas sahut pria disebelahnya gembira.
” Kampungmu dimana?” tanya pria kedua.
” Aku dari yyy”, jawab pria pertama,

” Dan Kau???”, lanjut pria pertama.
” Bah!!! sama kita, aku juga dari kota yyy, Man..ha.ha.ha..ha..horas..horas!!!”, balas pria kedua.

“Ngomong-ngomong, kau SMA dimana dulu di yyy?”, pria pertama sambung bertanya.
“Aku di SMA 1, kalo kau jangan-jangan SMA 1 juga ha..ha..ha..”, jawab pria disebelah pria pertama.
“Alamaaaak, aku sekolah SMA 1 juga. pantas kayak kukenal
Mantap kali, sempit kali dunia ini” teriak pria pertama, makin bersemangat dan panas keduanya.

Pria pertama berdiri dan bertanya, “Lalu dimana kau tinggal.”
Dia turun dari bangkunya, mendekat pada pria Kedua dan memegang tangan pria disebelahnya itu.
“Jalan Gadel”, jawab pria kedua dan juga turun dari bangkunya, ditariknya tangan pria pertama.
“Ha, akupun tinggal di Jalan Gadel, sempit kali dunia ini”, tertawa dan berteriak pria pertama.

Keduanya meloncat-loncat, tertawa keras sambil berpegangan tangan. Bartender yang dari tadi ada didekat mereka dan memperhatikan percakapan ini geleng kepala, katanya, “Aah..Cape deeh… si kembar itu mabook lagi.” (Suhirto M)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close