Pengalaman Anggota

Bukittinggi-Padang serasa terbang

Rabu pagi jam 09 tanggal 20/4/16 sy sdh dijemput travel mau ke bandara padang. Wkt perjalanan ke bukit tinggi kemarin termasuk mampir di mak SYUKUR adalah 2. 1/2 jam. Ditengah ngebutnya mobil Daihatsu Grandmax, saya ditanya sesama penumpang.

Tapi krn dia dg bhs daerah, maka saya jwb kira2 : Pokoknya saya harus sampai dibandara jam 12 (padahal sebenarnya take off baru jam 14.20) Terlihat senyum puas, sambil menyampaikan bhw justru mereka hrs sampai dibandara jam 11. —– Haa?

Pantesan dari tadi sopir muda yg energik penuh percaya diri ini berani menyalip mobil apapun sambil berpapasan dari arah lawan. Diantara takut, saya merasa bangga dg saudara2 nya p A.Sidiq yg nampaknya sangat menguasai jalan, sekalipun sesekali masih sempat sambil nelpon dg HP nya.

Saya yg duduk di kursi belakang jadi ingat mobil grandmax yg ditabrak dari belakang oleh anaknya Ahmad Dhani, pada mencelat keluar. Hihiii, punggungku terasa semuten.

Menjelang Padang, ternyata mobil belok kanan masuk kejalan desa, entah mau kmn? Sekilas kubaca tulisan negari Belung, waduh klo masih mampir mampir gmn dg penumpang ini? Tapi kunikmati saja perjalanan ini yg melewati rimbunnya pohon kelapa dan megahnya rumah rumah minang, lumayan, mungkin pengalaman ini tdk akan terulang.

Singkat kata, mobil ternyata sdh masuk pintu gerbang bandara dari arah kanan, tanpa lewat jln biasanya, tepat jam 10.50. Wuiih Bkt tgi- Padang, benar benar terasa terbang sblm terbang yg sesungguhnya. (Soenarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close