Pengalaman Anggota

Mengenang Pak Adi Prasetya

Almarhum Pak Adi Prasetya yang wafar beberapa ahaari lalu berasal dari Surabaya. Seperti kebanyakan orang Surabaya, biasa ngoko (bahasa Jawa kasar) sesama teman. Saya saat itu dinas di Binprosen, sedang almarhum pak Adi di Binprotra, tentu saja kami ya ngoko saja kalau ngobrol.

 

Saya berasal dari Jawa Timur dan pernah juga dinas di Surabaya, ya gayeng kalau ngobrol. Suatu hari entah ide dari siapa, kami berdua bersepakat berkomunikasi menggunakan kromo inggil (bahasa Jawa tinggi, halus). Alasannya saat itu, ya ingin membiasakan bahasa halus agar tidak lupa.

 

Semula ya sangat kagok, tiba-tiba sesama sahabat dekat berbahasa halus, tapi lama-lama terbiasa juga. Bahkan rasanya sulit atau tidak mungkin kembali lagi ke bahasa ngoko. Lucu juga, bertahun-tahun kami ngobrol bahasa kromo inggil, masing-masing berusaha sehalus mungkin.

 

Dan itu serius, tidak bergurau dan tidak tertawa. Terakhir bertemu setelah lama sekali tidak berjumpa, ya kami tidak lupa, memakai bahasa kromo inggil. Sahabat saya itu sudah pergi, dipanggil oleh-Nya. Saya kehilangan teman bicara yang unik.

 

Semoga pak Adi husnul khotimah. Diampuni dosanya, diterima amalnya, semoga orang baik ini dilapangkan kuburnya, dan dibuka pintu sorga untuknya. Amin. (Sadhono Hadi; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close