Pengalaman Anggota

Tjerita waktoe itoe-Permainan anak sondah mandah(1)

Sondah mandah merupakan permainan anak kecil umuran anak SD ke bawah. Pemain bisa lelaki dan wanita, sebab untuk anak 12 tahun ke bawah, belum membedakan laki2-wanita. Semakin besar anak  bukan makin mudah, sebab kemungkinan justru kakinya mudah menginjak garis, padahal itu terlarang.

Permainan ini di berbagai daerah bisa berbeda nama, misalnya éngklék, téklék, ingkling, sundamanda / sundah-mandah, jlong jling, lempeng, atau dampu. Tapi menurut saya istilah éngklék, téklék, ingkling tidak tepat, karena istilah itu bersifat umum.

 

Artinya berjalan atau meloncat dengan satu kaki yang merupakan syarat mutlak bermain sondah mandah, padahal banyak permainan yang dilakukan dengan ingkling. Permainan sondah mandah ini bisa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak.

Sondah mandah (bahasa Belanda, Sondag Mandaag) berati Minggu-Senin (bahasa Inggrisnya Sunday – Monday) dan rupanya untuk mengingat nama2 hari dalam sepekan. Kalau ditelusur ke belakang, ini permainan serius, karena merupakan permaninan tentara Romawi dengan kotak2 yang dibuat besar2 agar pemain sehat, kuat, justru sebagai latihan kekuatan militer.

Permainan sondah mandah dilakukan di tempat terbuka, bisa di halaman, bisa juga di dalam rumah yang luas. Pertama digambar dulu kotak-kotak yang terdiri dari 7 kotak (7 hari dalam sepekan). Ada dua varuasi gambar 7 kotak (lihat gambar).

 

Hanya 7 kotak saja dan ada pula yang plus setengah lingkaran. Ada pula yang jumlah kotaknya 10 plus setengah lingkaran. Kemudian semua pemain mengambil “gacuk” atau “kojo” berupa pecahan genteng atau batu kecil, lalu mencari urutan pemain, misalnya dengan hom-pim-pah.

Cara bermain untuk 7 kotak tanpa setengah lingkaran.
Pertama pemain melempar gaconya ke kotak nomor 1. Dia lalu “ingkling” dari kotak nomor 2, 3, 4, 5 dan 6, kemudian di kotak ke-7 boleh dengan dua kaki, untuk istirahat. Lanjutkan ke kotak ke 3 dan 2. Di kotak 2 dia berhenti dan mengambil gaconya yang ada di kotak-1. Lalu loncat ke daerah bebas. Kotak yang ada gaconya sendiri tidak boleh diinjak, jadi harus meloncatinya.

Pemain lalu melempar gaco ke kotak kedua, di ingkling ke kotak 1, 3, 4, 5, 6 7, 3. Mengambil gaco di kota kedua dengan tetap “ingkling”. Lalu meloncati kotak kedua, menuju kotak pertama dan ke daerah bebas. Begitu seterusnya dia melempar gaco ke kotak ke 3, 4, 5, 6, 7, 3, 2, dan 1.

Jika pemain sudah berhasil, maka dia berhqak mendapat sawah. Caranya, dengan melempar gaco ke kotak yang dikehendaki dengan membalikkan badan. Jika misalnya gaco jatuh ke kotak 2, maka kotak 2 menjadi sawahnya. Pemain lain tidak boleh menginjak sawah pemain lain.

Pemain akan ‘mati’ atau berhenti giliran bermain dan diganti pemain berikutnya jika : Pertama menginjak garis atau keluar kotak, atau menginjak sawahnya pemain lain. Kedua tidak ingkling atau bertumpu pada dua kaki. Ketiga saat melempar gaco, meleset, gaconya tidak masuk ke kotak yang seharusnya atau mengenai garis. Bisa juga (ini “option”, bisa menjadi peraturan atau tidak) gaconya mengenai gaco pemain lain atau dia menginjak gaco pemain lain.

Begitulah permainan dilakukan secara bergiliran sampai ada yang mempunyai sawah. Jika satu kotak menjadi sawah, pemilik sawah bisa menginjak sawahnya dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak sawahnya.

 

Permainan menjadi tambah sulit. Sebagai contoh, jika kotak pertama menjadi sawah pemain A, kemudian pemain B gaconya ada di kotak kedua, maka pemain B harus meloncati kotak-1 dan kotak-2. Jika kemudian kota kedua menjadi sawah pemain B misalnya, maka pemain C tidak boleh menginjak kotak-1 dan kotak-2.

 

Kalau pemain C gaconya ada di kotak-3, maka dia harus meloncati tiga kotak dan ini sangat sulit, karena dilakukan dengan satu kaki, termasuk mendaratnya. Kalau ada dua kotak berdekatan jadi sawah orang, para pemilik sawah memberi kebijakan, di samping sawahnya dia buat bulatan setengah lingkaran yang cukup diinjak satu kaki untuk dilewati pemain lain. Bulatan ini disebut kuping atau telinga, karena bentuknya seperti daun telinga.

Jadi permainan sondah mandah ini merupakan permainan olah raga yang memerlukan kekuatan fisik, kecerdikan dan keseimbangan. Tentunya selain menggembirakan dan membuat badan sehat.

Kok panjang ya? Untuk permainan dengan bentuk lain lagi kita bahas di tulisan mendatang ya.

Bagaimana pengalaman anda? Dinanti sharingnya. Bersambung…………. (Widartoks 2016; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close