Psikologi

Hanya Emak Yang Tahu Rasanya

Saat Emak baru memejamkan mata, pecah tangisan Si Kecil dgn nyaring. Dlm keadaan mengantuk, anak harus digendong sepenuh cinta. Rasanya? Emak yang tahu rasanya. Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja. Ketika suapan pertama, anak pup di celana. Rasanya? Cuma Emak yang tahu rasanya.

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada, mumpung anak-anak sedang ‘anteng’ di kamarnya. Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka. Kacaulah acara mandi Emak, batal mandi walau daki masih menempel dibadannya. Bagaimana rasanya? Cuma EmakĀ  yang tahu rasanya.

Saat Emak ingin beribadah dengan khusuknya, anak-anak mulai mencari perhatian, me-narik2 mukena, meng-acak2 lemari baju, mumpung Emak tak berdaya. Loncat sana loncat sini, punggung Emak jadi pelana. Belum juga beres doa, anak2 makin berkuasa. Bagaimana rasanya? Emak yang tahu rasanya.

Sore hari anak berkumpul semua, bapak belum pulang dari kantornya, anak2 rebutan minta didengarkan ceritanya. Yang satu lancar bercerita tanpa jeda, yang satu me-manggil2 Emak, minta dilihat sekarang juga. Yang kecil menangis karena ribut gak bisa tidur dengan indahnya, bagaimana rasanya? Cuma Emak yang tahu rasanya. Di balik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga di dalamnya.

Cuma Emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan, pelukan anak, ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang, namun berubah menjadi intan permata di mata Emak.
Itulah mengapa saat anak bahagia, emak menangis.
Anak berprestasi, Emak menangis. Anak tidur lelap, Emak menangis. Anak pergi jauh, Emak menangis.
Anak nikah, Emak menangis. Anak wisuda TK, Emak menangis. Anak tampil dipanggung, Emak menangis.
Ah.. inikah tangis bahagia yang tak akan dimiliki siapapun, jika kau tak mengalaminya sebagai Emak. Mungkin ini bagian syurga milik-Nya untuk ke Emak2 di dunia, Sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa.

Akhirnya kami percaya, dimana ada kerasnya perjuangan Emak di rumah, maka disitu hadir cahaya surga yang menemani Emak yang indahnya. Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak, maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis, karena kebaikan yang hadir. (Hanny Purwanto; sumber dari NTMS; http://www.lampuislam.org/2016/04/cuma-emak-yang-tahu.html)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close