Islam

Indahnya kata2 Buya Hamka

Adakala kita bersalah, Allah datangkan sahabat untuk tegur…
Adakala kita betul, Allah datangkan sahabat yang patut ditegur…
Adakala kita diuji, Allah datangkan sahabat untuk bantu kita…
Sahabat kita diuji, Allah beri kekuatan untuk kita bantu dia…
Jadi, hargailah sahabat… Mungkin karena dia, kita ke syurga… (Soenarto SA; sumber dari Prof Dr Hamka)-FR

———

 

Sajian IBO lainnya :

  1. Menjaga kerendahan Hati-Tawadhu
  2. Agama

————-

 

1-Menjaga kerendahan Hati-Tawadhu
Tiada satu pun karunia yang diperoleh seseorang yang bersikap tawadhu kepada Allah, kecuali Allah meninggikan derajatnya.” (HR Muslim).

Hadis ini menjamin ganjaran yang bakal diterima seseorang jika tawadhu. Menghilangkan kesombongan, tinggi hati, merasa hebat, dan segudang penyakit hati lainnya. Rasul SAW bersabda, “Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau seberat biji sawi.” (HR Abu Dawud).

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Pemahaman ini seharusnya tidak melahirkan orang kaya yang merasa lebih hebat dibanding lainnya. Pejabat merasa lebih terhormat ketimbang rakyat biasa, kiai merasa lebih benar dari santrinya, atau generasi tua merasa lebih tahu ketimbang yang muda. Hadis di atas seharusnya cukup membuat kita sadar dan takut.

Shalat, puasa, zakat, haji, dan segudang amal saleh lain tidak menjamin kita masuk surga jika di dalam hati kita masih ada setitik kesombongan.Bahkan, pejabat setingkat presiden pun tidak berhak sombong.

Hal ini dikisahkan hadis riwayat Ibnu Majah. Diceritakan seseorang yang gemetar ketakutan ketika menemui Rasul yang dipersepsikan sebagai raja diraja. Rasul SAW bersabda, “Sungguh hina engkau. Aku bukan seorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita yang memakan dendeng di Makkah.”

Betapa agungnya ketawadhuan Nabi Muhammad bin Abdullah yang seorang Nabi, kepala negara, kepala pemerintahan, raja, panglima militer, pengusaha sukses, pendidik, dan manusia yang dijamin masuk surga tidak membuatnya sombong sedikit pun.

Ketawadhuan beliau patut diteladani, diikuti, dan ditiru. Seperti telah disebut dalam Alquran surat Alahzab ayat 21, “Telah ada pada diri Rasul itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang berharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Mari buang jauh2 kesombongan dalam menjalani hidup yang singkat ini, seberapa pun hebatnya kita. Karena, kekayaan, jabatan, ilmu, tubuh yang sempurna, wajah cantik, kecerdasan, dan bahkan anak istri kita adalah milik Allah yang dititipkan pada kita. MUDAH2An semua TITiPAN Allah kepada Kita semakin membuat kita menjadi Abdan Syakuura-hamba yg bersyukur. (Sunarto SA; dari grup WA-VN)-FR

———-

2-Agama
Agama adalah akhlak, perilaku dan sikap. Semua agama pasti mengajarkan cinta & kasih sayang.
Bila kita cuma puasa, shalat, baca Al-Quran, pergi pengajian,  datang ke masjid, ke majlis dzikir,  itu belum benar2 disebut orang beragama.

Tapi, bila saat bersamaan kita menjaga dan membangun hubungan sesama, memberi manfaat kpd orang lain, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar dll, maka itulah se baik2 manusia  beragama dan menjalankan agama, seperti sabda Nabi: “Khoirun nash anfa’uhum lin nash”. Ukuran beragama seseorang bukan hanya dari kesalehan pribadinya, tapi juga dari kesalehan sosialnya.

Dalam hadis dikisahkan, suatu ketika Nabi SAW mendengar berita tentang seorang yg rajin salat dimalam hari & puasa disiang hari, tapi lidahnya menyakiti hati orang lain. ‘’Ia dineraka’’ sahut Nabi. Dalam hadis lain diceritakan, seorang sahabat yg memuji kesalehan orang lain di depan Nabi. Nabi bertanya, ‘’Mengapa ia kau sebut orang shaleh?’’

Sahabat : ‘’Karena, tiap saya masuk masjid ini dia sudah shalat dengan khusyuk & tiap saya sudah pulang, dia masih khusyuk berdoa’’.
“Lalu siapa yang memberinya makan & minum?’’ tanya Nabi lagi.

“Kakaknya’’, sahut sahabat tersebut.
Lalu kata Nabi, ‘’Kakaknya itulah yg layak disebut orang shaleh’’.
Naaach … Coba renungkan hadits tsb , Nabi mengajarkan keutamaan ibadah sosial, kemanfaatan diri buat manusia lain, yg sebenarnya setiap diri adalah Kholifatullah fil ardli .
Maka orang beragama ialah orang yg punya solidaritas & keprihatinan kepada manusia yg lain.

Orang beragama dan beriman-, Bukan Sekedar orang2 yg meratakan dahinya dan iktikaf masjid saja,  sementara beberapa meter darinya ada orang yg butuh pertolongan/uluran tangan tidak dipedulikan. Pesan sabda Nabi : “Kasihilah makhluk yg dibumi, maka engkau akan dikasihi yg “dilangit” !!!”-HR.Thabrani. (Ayi Priatna; dari grup WA-78)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close