Kesehatan

Berdamai dengan Penyakit Kronik

KOMPAS.com – Menderita penyakit beberapa hari, pasti kita tidak tahan dan ingin segera sehat, apalagi jika harus mengidap penyakit ber-tahun2. Banyak penyakit kronik atau diderita dalam jangka panjang, misalnya saja diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, alergi, kelumpuhan, dan masih banyak lagi.

Tak mudah beradaptasi dengan kondisi tersebut, padahal kita dituntut harus disiplin menjalani pengobatan dan suka tidak suka harus meninggalkan kebiasaan buruk yang tidak sehat. Berikut adalah beberapa kiat untuk berdamai dengan penyakit kronik yang kita derita.

1. Kenali perasaan
Kita tidak bisa mengusir perasaan kesal dan bosan dengan penyakit yang diderita jika kita justru mengingkarinya. Malah, berusaha mengingkari justru akan memperberat perasaan tersebut.

Sebenarnya normal jika kita memiliki perasaan penyangkalan. Bertahun-tahun berteman dengan sebuah penyakit bukanlah perasaan yang mudah, karena itu mulailah dengan mengakui bahwa ini tidak gampang dan tak perlu kaget jika sesekali kita merasa bosan sakit.

2. Jangan menyalahkan diri sendiri
Cintai diri Anda apa adanya agar kita tak terus menerus merasa bersalah. Faktanya tubuh kita menderita penyakit dan itu bukan salah kita. Setiap orang pada dasarnya diberi Tuhan tubuh yang rentan terhadap penyakit dan cidera. Mulailah menerima apa adanya. Bila memang membantu, luapkan emosi itu dengan menangis.

3. Evaluasi kebiasaan
Ada kalanya kita juga merasa kesal karena merasa selama ini sudah menjaga diri tetapi tetap saja sakit. Bila perasaan hati sedang baik, cobalah evaluasi kebiasaan Anda dulu memang berkontribusi pada penyakit yang saat ini diderita. Bila memang iya, mulailah mengubah gaya hidup.

4. Sabar
Gejala-gejala penyakit kronik bisa muncul dan hilang, sama seperti halnya emosi dan mood kita. Hari ini mungkin saja kita merasa optimis, tetapi keesokan hari kita bangun dengan perasaan putus asa. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melaluinya adalah dengan menerima tubuh kita apa adanya, sehingga kita bisa lebih bersabar.

5. Tantang diri
Toni Bernhard, penulis buku How to Be Sick, yang juga 15 tahun menderita penyakit kronik dan harus lebih banyak berada di tempat tidur, memberi saran untuk mencari sesuatu yang menarik di sekitar kita. Misalnya melihat hal-hal sederhana yang selama ini kita abaikan, bermain dengan hewan peliharaan, atau menonton film.

“Kadang-kadang, hanya berpindah ruangan saja seperti berpindah dunia karena bisa memberi kita pandangan baru. Bila memungkinkan, cobalah ke luar rumah. Walau sederhana, tapi itu bisa mengusir pikiran saya sedang sakit,” kata Bernhard.

6. Hal yang bisa disyukuri
Buat daftar hal2 yang bisa Anda syukuri dari kondisi saat ini. Walau sulit, mulailah dari 5 hal. Misalnya, tidak perlu terjebak kemacetan parah di hari Senin, lebih menghargai suasana tenang, dan masih banyak lagi. (Lusia Kus Anna; psychology today dan http://health.kompas.com/read/xml/2016/09/01/130000323/Cara.Berdamai.dengan.Penyakit.Kronik.)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close