Selingan

Akasia (BT 005)

Jakarta, waktu jaman Ali Sadikin pernah heboh dengan pohon Akasia. Bang Ali yang Letjen Marinir itu memang maunya gerak cepat, bak pasukan mariner yang gesit diam-diam menyusup di kawasan musuh, dimana-mana ditanam pohon Akasia.

 

Acacia auriculiformis, yang bunganya kuning cerah seperti bordiran yang lepas (maaf, begitulah bentuknya) itu memang tumbuh super cepat. Bang Ali, bilang pokoknya Jakarta harus hijau dulu, kelak diganti jenis pohon yang lebih permanen, itu urusan belakang. Bang Ali benar, dalam tempo singkat Jakarta langsung hijau.

Sosok Akasia ini sesungguhnya cantik, kombinasi batangnya yang cerah, daunnya yang runcing, hijau mengkilat dan bunganya yang kuning mencolok, pohon bandel dan cepat tumbuh ini memang pilihan yang tepat.

 

Sayangnya batangnya yang rapuh dan kayunya yang mutu kelas 3, tidak bagus untuk bahan bangunan, hanya cocok untuk peti buah atau dibuat kerajinan atau topeng. Itu sebabnya Akasia tidak bisa dipajang lama. Sementara ia tumbuh, disebelahnya harus ditanam pohon pengganti menahun yang lebih baik.

Species dari Acacia banyak sekali, tidak kurang dari 1200 jenis dan 700 species diantarnya berasal dari Australia Utara dan Papua, termasuk yang ditanam Bang Ali. Yang aneh, bijinya yang terbungkus kulit keras, menurut literature, bisa disimpan lama, sampai 30 tahun dan perlu usaha keras untuk membuka selubungnya. Gambar dari Google. (Sadhono Hadi; dari grup WA-BPTg)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close