Opini dan sukses bisnis

Belajar pada manusia seribu trilyun(1/2)

Jakarta-Ada kebiasaan2 cerdas bisa kita pelajari dari Jeff Bezos, orang terkaya di dunia (hartanya USD 81M atau Rp 1.000T an). Diawali dari ide bisnis toko online dari garasi, dalam 20 tahun, Bezos punya ‘toko segala ada’ di internet : Amazon.com.

Bezos terus bermimpi. Melalui perusahaan antariksa yang didirikan, Blue Origin, pria plontos ini berharap menciptakan koloni manusia di Bulan. Seperti detikINET kutip dari Kolom Tung Dasem (28/5/17), kesuksesan Bezos berasal dari dedikasi, inovasi, dan kebiasaan cerdas. Berikut tips suksesnya:

 

1-Fokus pada pelanggan
Jeff Bezos tahu sejak awal, keuntungan bisnis online itu dalam mengukur perilaku pelanggan. Ber-tahun2, Amazon terus tambah fitur yang membuat pelanggan senang, sehingga meningkatkan penjualan perusahaan.

Ulasan buku Amazon.com, contohnya. Meski dapat teguran dari penerbit, dia mendorong pelanggan  memposting pemikirannya, jika pemikiran itu penting atau negatif. Pelanggan suka berbagi wawasan dan baca yang lain, ulasan itu satu aspek terpercaya dari platform e-niaga modern.
2-Latihan berhemat
Meski tidak secara geografis jauh dari kantor Silicon Valley yang mewah dan mewah, Amazon beroperasi di ruang sederhana di negara bagian Washington dan beroperasi di pasar. Berhemat itu kebiasaan Amazon dan membantu perusahaan fokus pada hal terpenting dan inovasi berkelanjutan.

Awalnya, karyawan bayar tiket parkir mereka sendiri, makanan ringan di kantor tak gratis, dan saat bepergian, karyawan tidur di kamar double. Amazon bukan tempat staf bersantai untuk brainstorming sambil minum kopi. Normalnya kerja lama, keras, dan cerdas, tanpa kompromi satu dari ketiganya.
3-Buat aturan sendiri
Apa pertemuan internal tanpa PowerPoint. Di Amazon, itu mulai dengan argumen tertulis. Yang ingin ajukan ide harus lebih dahulu menyaring pikirannya ke dokumen setebal 6 halaman. Sebelum keputusan dibuat, mereka yang terlibat, termasuk Bezos, harus luangkan waktu membaca dan membedahnya.

Tim Dua-Pizza, tim tidak harus begitu besar. Menurut Bezos, kelompok lebih besar kurang produktif, sehingga perusahaan diatur jadi unit otonom 10 atau kurang, bersaing untuk dapat sumber daya (tapi bukan pizza) dalam misi mereka membuat pelanggan lebih bahagia. Bersambung…… (rou/rou; Achmad Rouzni Noor II)

Silahkan selengkapnya di : (https://inet.detik.com/business/d-3513133/belajar-dari-sang-manusia-rp-1000-triliun?_ga=2.159966394.602067505.1504786229-1655066034.1496056589)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close