Psikologi

Apa yang perlu Dilakukan saat Umur Senja

Saya selalu memikirkan orang tua di atas 80 tahun. Siapa yang Kita Harapkan Kelak Setelah Memasuki Usia Senja ? Coba Dengar Suara Hati Para Lelaki Senja Ini . Kelak saat Anda sudah tua, siapa yang Anda harapkan ? Suara hati dari sekumpulan lelaki senja.

 

Jika Anda memiliki tempat tinggal sendiri, harap jangan Anda tinggalkan sebelum ajal menjemput. Jika memiliki pasangan hidup, baik2lah hidup bersama seiring dengannya, saling mengisi dan menopang. Jaga dan rawatlah baik2 kesehatan sendiri. Bersukacitalah dengan attitude/sikap yang baik.

 

Semua orang akan menjadi tua. Hanya saja fisik (kesehatan) kita kini masih kuat, otak (pikiran) juga masih jernih, bagaimana kelak jika sudah tua, siapa yang diandalkan / diharapkan? Untuk membahasnya perlu 4 tahapan berikut ini .

 

Tahapan-1 : Jaminan Kepastian 

Anak memiliki ekonomi yang baik, itu miliknya, milik si anak, bukan milikmu. Anak berbakti, itu adalah kualitas yang baik pada dirinya, walau itu tak lepas dari hasil didikanmu…

 

Jika setelah berusia (60- 70) fisik (kesehatan) relatif baik, danjika  kondisi juga memungkinkan, maka Makanlah dengan makanan sehat. Pakailah kalau suka busana yang diinginkan, dan Bermain sepuasnya (game / OR atau semacamnya), Jangan terlalu pelit pada diri sendiri (manjakan diri). Hari2 seperti itu tidak banyak lagi, jadi manfaatkanlah dengan baik.

 

Pastikan ada sedikit uang simpanan sendiri, Pertahankan rumah yang dimiliki, Siapkan segalanya (sebelum dan jelang ajal) untuk diri sendiri. Meski anak memiliki ekonomi baik, tapi itu miliknya, anak berbakti, itu kualitas baik pada dirinya. Jangan menolak bantuannya. Tapi tetap harus bergantung pada diri sendiri, Aturlah kehidupan sendiri.

 

Tahap-2 : Kesehatan Diri

Jagalah kondisi kesehatan sebaik mungkin, hidup tanpa mengandalkan orang lain jauh lebih baik. Setelah 70 tahun tidak ada penyakit, juga bencanalah, karena harus bisa mengatur kehidupan dan mengurus diri. Sadar diri ini benar2 sudah tua, perlahan, stamina dan fisik itu melemah, reaksi juga akan semakin buruk,

 

Saat makan, makanlah dengan perlahan, jangan sampai tersedak, Saat berjalan juga jalanlah perlahan, jangan sampai terjerembab. Jangan memaksakan diri lagi, jagalah kesehatan diri baik2. Ber-tahun2 sudah mengurus ini dan itu, kini saatnya sedikit egois, uruslah diri sendiri dengan baik.

 

Jalanilah segalanya dengan santai, bantu bersih2. Jaga dengan baik kesehatan diri sendiri. Usahakan waktu hidup sendiri lakukan rutinitas sehari-hari itu selama mungkin. Hidup tanpa bergantung pada orang lain akan jauh lebih baik.

 

Tahap-3 : Psikologis

Generasi seperti kita ini mengalami segala pahit getir hidup, saya percaya, perjalanan terakhir hidup kita juga bisa kita hadapi dengan tenang. Ketika kesehatan mulai memburuk, dan butuh bantuan, maka, kita harus siap dengan hari “H”  (tibanya kematian). Sebagian besar orang tidak bisa melewati tahapan ini. Aturlah dengan baik suasana hati, dan sesuaikan dengan tibanya hari itu.

 

Hidup, tua, sakit dan mati merupakan hal yang normal dalam kehidupan, jadi hadapilah dengan tenang.

Ini adalah perjalanan hidup terakhir, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

Siapkan jauh-jauh hari sebelumnya, maka kita tidak akan terlalu bersedih.

 

Tahap Ke-4 : Mengandalkan Diri Sendiri

 

Ketika otak kita jernih, dan saat penyakit melilit dan tak tersembuhkan serta kualitas hidup memburuk, maka kita harus: Berani menghadapi kematian, bulatkan tekad agar keluarga tak perlu berusaha menyelamatkan. Jangan biarkan kerabat melakukan segala upaya sia2. (karena sudah waktunya berpulang kepada-Nya-jangat melawan takdir).

 

Ketika sudah tua, siapa yang diandalkan / diharapkan ? Diri sendiri, diri sendiri dan tetap diri kita sendiri.

Tidak perlu membatasi makanannya harus bening, Tidak perlu menurunkan berat badan. Yang terpenting masih bisa makan (nafsu makan bagus), makanlah apa yang disukai, makanlah makanan yang kita anggap paling lezat, agar bisa menikmati hidup dengan lebih ceria.

 

Membatasi orang tua tidak boleh makan ini dan itu, ini bertentangan dengan sifat alami manusia, dan juga tidak ada dasar ilmiahnya. Semakin banyak bukti ilmiah, orang tua harus makan lebih baik, sedikit lebih gemuk.

 

Supaya ia memiliki setitik lebih banyak kemampuan untuk melawan penyakit, kemampuan untuk melawan depresi. (Prasetya B. Utama dari grup WA-VN; Karya Yeh Ching Chuan 葉金川 Menteri kesehatan Taiwan ke 12 dan politisi. Lulusan Harvard dan Taiwan National University; en.m.wikipedia.org/wiki/Yeh_Ching-chuan dan http://www.erabaru.net/2017/07/10/siapa-yang-kamu-harapkan-kelak-setelah-memasuki-usia-senja-coba-dengarkan-suara-hati-para-lelaki-senja-ini-%E3%80%80/4/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close