Iptek dan Lingk. Hidup

Benarkah : Laba Laba toilet Menakutkan

Tiga wanita muncul di rumah sakit selama lima hari, semua dengan gejala sama. Demam, menggigil, dan muntah, diikuti oleh keruntuhan otot, kelumpuhan dan akhirnya, kematian. Tidak ada tanda-tanda trauma luar. Hasil otopsi menunjukkan toksisitas dalam darah.

 

Wanita2 ini tidak saling mengenal dan tampaknya tidak memiliki kesamaan. Namun, diketahui bahwa mereka semua mengunjungi restoran yang sama (Olive Garden, Western Cape) dalam beberapa hari setelah kematian mereka. Departemen Kesehatan turun di restoran, menutupnya. makanan, air, dan AC semuanya diperiksa dan diuji, tidak ada hasilnya.

 

Istirahat besar datang saat seorang pelayan di restoran itu dilarikan ke RS dengan gejala serupa. dia memberi tahu dokter bahwa dia sedang berlibur, dan hanya pergi ke restoran untuk mengambil ceknya. Dia tidak makan atau minum ketika dia ada di sana, tetapi telah menggunakan kamar kecil.

 

Saat itulah seorang ahli toksikologi, mengingat sebuah artikel yang dia baca, pergi ke restoran, pergi ke kamar kecil dan mengangkat toilet.

 

Di bawah kursi, dari pandangan normal, ada seekor laba2 kecil. Laba2 itu ditangkap dan dibawa kembali ke lab. Ia bertekad menjadi Telamonia Dua-Bergaris (Telamonia dimidiata), dinamakan demikian karena warna dagingnya yang memerah.

 

Racun laba-laba ini sangat beracun, namun butuh beberapa hari untuk berefek. mereka tinggal di iklim yang dingin, gelap, lembab, dan pelek toilet hanya menyediakan atmosfer yang tepat. Beberapa hari kemudian seorang pengacara dari Jacksonville muncul di ruang gawat darurat rumah sakit.

 

Sebelum kematiannya, dia katakan ke dokter, bahwa dia pernah pergi berbisnis, dengan penerbangan dari Indonesia, mengubah pesawat di Singapura, sebelum kembali ke rumah. Dia tidak mengunjungi Olive Garden. Dia melakukan (seperti yang dilakukan semua korban lain) dan bergejala sebagai luka tusukan, di pantat kanannya. Peneliti menemukan bahwa penerbangannya berasal dari India.

 

Dewan Penerbangan Sipil (CAB) memerintahkan pemeriksaan segera toilet-toilet semua penerbangan dari India dan menemukan sarang laba-laba Dua Telapak-Selam (Telamonia dimidiata) pada empat pesawat yang berbeda. Kini diyakini bahwa laba-laba ini bisa berada di mana saja di negara ini.

 

Jadi tolong, sebelum Anda menggunakan toilet umum, angkat kursi untuk memeriksa laba-laba. Ini bisa menyelamatkan hidupmu; Dan tolong sampaikan kepada semua orang yang Anda sayangi.

 

Analisis :

Apakah pesan ini benar? Menurut situs Snopes.com pesan ini adalah hoax. Snopes itu situs yang khusus membahas berita2 viral di internet yang hoax. Rupanya pesan ini ada sejak 1999. Pencipta hoax ini, Steve Heard menulis email pada Snopes.com. Dia jelaskan alasan menulis hoax itu. Pada 1999, internet baru muncul dan digunakan masyarakat.

 

Berita palsu disebar dengan cepat tanpa orang berusaha mengecek kebenarannya. “Saya putuskan untuk menciptakan satu [hoax] yang begitu konyol, yang penuh lubang dan melihat apa yang akan terjadi. Saya tidak ingin merugikan siapapun, jadi saya menggunakan nama2 seperti restoran Big Chappie’s dan bandara Blare bukannya O’Hare,” tulis Steve.

 

Awalnya dia kirim kepada belasan temannya tapi kemudian menyebar dengan cepat. Dia merasa marah saat hoax itu diganti dan menyertakan nama restoran asli, Olive Garden. Hoax yang menggunakan nama Olive Garden mulai muncul pada Oktober 2002.

 

Snopes melanjutkan jika tidak ada jurnal medis yang melaporkan kasus kematian orang karena laba2 yang hidup di toilet di restoran dan pesawat terbang. Two-striped Telamonia adalah nama lab2 asli. Laba2 itu hidup di hutan hujan tropis di Asia Selatan. Tapi laba2 itu tidak beracun dan tidak berbahaya untuk manusia.

 

Laba2 suka tempat yang gelap, dingin dan bisa ditemukan di dudukan toilet. Tapi toilet pesawat terbang tidak bisa dihuni laba-laba karena zat kimia yang digunakan untuk membersihkan toilet. (Bahan dari : https://www.timlo.net/baca/68719760389/pesan-soal-laba-laba-beracun-di-dudukan-toilet-menyebar-di-whatsapp/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close