Pengalaman Anggota

Gedebuk dan kabur

Zaman G30 S, pemuda desa diwajibkan ronda tiap malam. Aku sendiri sering mewakili kakakku yang sudah jadi guru, kasihan dia, siang hari masuk kerja. Jam 22 biasanya ada yang kirim konsumsi jaga.

 

Tapi kali itu tidak datang. Dasar anak nakal, aku diajak keliling sambil ronda. sekaligus panen mangga. Sekali goyang, rontoklah mangga masak, tinggal ambil ditanah. Aamaann.

Pohon kelapa. ?

 

Gampang, satu teman naik keatas pilih yang muda. Sementara dua orang dibawah membentangkan kain sarung menunggu jatuhnya kelapa muda. Beberapa berhasil mendarat dengan selamat tanpa bunyi.

 

Berikutnya, ternyata yang seharusnya satu persatu, ada kesalahan tehnis, satu tangkai isi tiga buah langsung dijatuhkan. Cepat2 sarung dibentangkan, dan karena beratnya, pegangan tangan diujung kain sarung lepas.

 

Dan “gedebuk”.   nggak lama disusul suara orang wanita, “pak, kae krambile ana sing nyolong kayane” (artinya: pak itu kelapanya ada yang mencuri sepertinya). Mendengar itu kontan kami semua kabuuuurrr. Ternyata takut juga. (Soenarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close