Iptek dan Lingk. Hidup

Robot Barista mampu layani 400 orang per hari

(autotekno.sindonews.com)-Hari2 antrean panjang di kedai kopi favorit segera berakhir. Hadirnya robot di kedai kopi mengubah pengalaman konsumen selamanya.

Disebut sebagai Café X, mesin USD25.000 (Rp325 juta) itu didesain dengan robot Mitsubishi dan diprogram dengan gerakan seperti pegang gelas dan memompa sirup. Unit robot ini dapat membuat 120 gelas kopi / jam dan dapat beroperasi penuh dengan lengan 6 sumbu animatronik. Robot ini mampu memenuhi antara 300 – 400 pesanan per hari dan harga minuman kopi tetap terjangkau.

Café X Technologies merilis kedai pertama di San Francisco (2017), menggabungkan robotik dan mesin pembelajar. Tim di balik ini, Ammunition Group, mengembangkan headphone dan speaker Dr Dre’s Beats. Robot ini didesain khusus mengakhiri antrean di kedai kopi yang dialami pelanggan.

 

“Kami tidak ingin mengganti barista2 atau hubungan yang mereka miliki dengan konsumen” papar Victoria Slaker, VP Desain Produk Ammunition kepada CNBC.

“Tapi kami lihat peluang membuat yang lebih indah dan lebih menarik dibanding mesin penjual kopi otomatis biasa yang dapat menuangkan segelas kopi” ungkap Slaker. “Dari segi desain, tujuannya  membuat robot yang keren, tapi tidak konyol. Itulah robot itu tak memiliki mata atau wajah, meski mengesankan.”

Pihaknya membedakan dari kedai kopi lain dengan membuang waktu tunggu bagi pelanggan. “Kami tahu robot menciptakan segelas kopi luar biasa, tapi juga ingin robot itu tampil hangat dan bersahabat,” papar pencipta robot, Henry Hu,24.

 

“Para barista bagi saya terlihat seperti pekerja pabrik. Mereka memindahkan gelas di sekitar dan memencet tombol, yang membuat saya berpikir, Saya bertaruh kami dapat membuat produk yang mengotomatiskan berbagai tugas membosankan dengan lebih efisien,” ujar dia.

Robot itu ditempatkan di kotak besar mirip akuarium dengan satu jendela besar terbuat dari plexiglass. Robot itu diprogram dengan gerakan tetap dirancang termasuk pegang gelas, memompa sirup, meletakkan di bawah bagian pembuat kopi, dan mengirimkan ke jendela tempat konsumen berdiri.

Para konsumen dapat pesan gelas kopi berbasis espreso dengan dua cara: di kios atau melalui perangkat mobile. Saat pesan di kafe, konsumen dapat langsung memesan melalui sistem menggunakan tablet dan kurang dari semenit, tangan barista robot akan mengirimkan pesanan minuman pembeli.

Café X juga membuat sistem untuk menerima pesanan dari perangkat mobile. Sebelum mendapatkan minuman mereka, para konsumen harus mengetik nomor pesanan 4 digit melalui SMS atau aplikasi mobile Café X agar mereka mendapatkan minuman sesuai pesanan.

Hu menjelaskan, Café X dapat menyiapkan antara 100-120 minuman/jam. “Kami tak ingin menggantikan barista atau pengalaman kedai kopi yang disukai orang2. Kami tak bertujuan melakukan itu,” papar Hu.

Dalam desain awal, melalui dana Theil Fellowship USD100.000, Hu dan 2 temannya membuat purwarupa dengan tangan dan dapat tambahan USD5 juta dari Khosla Ventures, Social Capital, Launch, dan Felicis Ventures sebelum dapat bantuan Ammunition. Hingga kini, pendanaan pada perusahaan mencapai USD7 juta.

Model generasi kedua diluncurkan di One Bush Plaza, San Francisco pada Februari-2018. Seorang mengisi ulang biji kopi dan membersihkan mesin, serta menjawab pertanyaan2 konsumen. “Ide manusia membuat kopi 10 jam/hari itu gila pada 2018 seperti seorang kasir jalan tol duduk di kotak besi di jalan tol,” ujar Jason Calacanis, pendiri awal Uber dan investor di Café X.

 

“Ini siksaan bagi konsumen. Para barista mendapat pesanan salah, kualitas minuman tidak konsisten, dan kedai2 kopi tidak mencatat rekaman pesanan minuman setiap konsumen sebelumnya, tapi Anda dapat melakukan semuanya dengan robotik,” kata Calacanis.

Perusahaan juga berencana meluncurkan lokasi baru (2019), tapi pertumbuhan kedai baru mungkin lamban karena Hu memperkirakan mereka hanya dapat menghasilkan 15 model baru tiap tahun. Perusahaan lain juga melakukan terobosan dengan menciptakan robot untuk membuat piza dan sushi.

Kawasaki merilis robot terbaru yang dapat membuat sajian2, mulai piza hingga sushi. Robot bernama duAro dengan 2 tangan itu ditampilkan di acara di Tokyo pada 2016. Perusahaan pembuatnya juga memprogram robot itu untuk mengeluarkan obat2an dan menggambar potret manusia.

 

duAro yang ditampilkan di showroom Kawasaki Robostage menunjukkan kreativitas manusiadipadukan teknologi Kawasaki Robotics. (amm; Koran Sindo; Bahan dari :  https://autotekno.sindonews.com/read/1305338/124/robot-barista-ini-mampu-layani-400-orang-per-hari-1526196176)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close