Pengalaman Anggota

Pohon Pisang Cavendish

Ketika ulang taun kota Bandung, aku ikut antri dan dapat bibit gratis pisang Cavendish. Memang ada beberapa pilihan, tapi aku mantap pilih pisang ini, karena ingin tau seperti apa pohon dan bagaimana  pertumbuhannya. Buahnya sering beli dari supermarket, kuning bersih dan rasanya mirip pisang ambon.

 

Waktu itu tingginya masih 20 cm, tapi dapat saja sudah untung, soalnya gratis dan tidak banyak jumlahnya. Kutanam dihalaman depan sedalam 30 cm, memang aneh ya karena dilingkungan perumahan kota jarang tetangga yang menanam pisang.

 

Kini setelah hampir setahun, tingginya sudah hampir satu meter. Batang pohonnya yg subur berwarna hitam, daunnya lebar dan keseluruhannya montok bak gadis bahenol.

 

Kalau ada tamu yang tanya, dengan bangga aku cerita bahwa ini jenis pisang yang buahnya banyak dijual di Mekah ketika kita haji. Katanya sih berasal dari Philipina. Orang yang penasaran kusuruh beli buahnya di Superindo atau supermarket lainnya.

 

Mereka berdecak kagum sambil pesen kalau nanti sudah tumbuh anaknya mau dibuat bibit. Aku sendiri ingin buahnya nanti sampai matang pohon baru kutebang. Semoga. (Soenarto SA; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close