Psikologi

Menggenggam Dan Melepaskan

Kita terbiasa menggenggam, karena kita ingin semua dalam kontrol kita. Pekerjaan, hubungan, dan kejadian. Pikiran kita tanpa sadar berusaha mengendalikannya. Hampir sebagian besar penderitaan muncul akibat melebarnya diri kita terhadap sesuatu, sehingga kita sakit saat dipaksa  melepaskan.

 

Padahal, melepaskan atau merelakan adalah kuncinya agar kita mendapatkan kembali hak untuk berbahagia. Salah satu latihan yg sederhana adalah _Latihan Memberi dan Menerima_. Saat memberi tangan kita membuka dan melepas apa yg ada dalam genggaman. Kita hanya akan menerima yg baru jika kita bersedia melepas yg lama.

 

Genggaman kita terbatas. Jika kita tidak bersedia melepaskan genggaman kita, kita tidak dapat menggenggam yg baru. Entah kapan, tapi suatu saat kita akan menghadapi momen ‘kehilangan’. Apapun itu, _just let it go so that we can getting to happy._

 

Nah sobat,

Kadang, beberapa orang memiliki kebiasaan buruk, terlalu lama ingin menggenggam, terlalu lama memikirkan, dan terlalu lama menahan perasaan. Jika Anda masih terus berusaha ‘menggenggam’ sesuatu, entah itu berupa benda, pikiran, pendapat, atau perasaan, ada dua kemungkinan :

 

* Pertama, Anda tidak bisa menerima sesuatu.

* Kedua, Anda juga tidak akan bisa melepaskan sesuatu.

Dua-duanya sepertinya tidak begitu baik.

 

Buka genggaman agar kita bisa menerima sesuatu yg baru, sesuatu yg lebih baik. (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close