Psikologi

Tahun Ajaran Baru di Animals School

(mbarjasanjaya.staff.telkomuniversity.ac.id)-Di hutan belantara berdiri sekolah para binatang. Statusnya “disamakan” dengan sekolah manusia. Kurikulum sekolah ini mewajibkan tiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapat ijazah. Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah itu:

a-Terbang
b-Berenang
c-Memanjat
d-Berlari
e-Menyelam

 

Banyak siswa yang bersekolah di “animals schooling”, ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak. Di awal masuk sekolah, masing2 siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu. Elang, unggul dalam terbang. Dia mampu berada di atas kemampuan binatang lain.

 

Demikian juga katak, mahir pada pelajaran menyelam. Namun, beberapa waktu kemudian karena “animals schooling” mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel. Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari. Tupai berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi karena belajar terbang.

 

Bebek sering ditertawakan meski bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika ikut pelajaran memanjat. Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum menunjukkan hasil yang lebih baik. Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

 

Kini, lama kelamaan. Tupai mulai lupa cara memanjat, bebek tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat. Kondisi inilah yang saat ini terjadi. Dan orangtua juga berharap anaknya serba bisa.

Siswa Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5. Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus pd potensi anaknya masing2. Mari kita syukuri karunia luar biasa yang Allah.Swt amanahkan ke para orangtua yang anak2nya sehat dan lucu. Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing.

 

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak. Sehingga masing2 punya kelebihannya. Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang. Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

 

Karena tiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (di kelebihannya masing2), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam. Inilah saatnya kita bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

 

(BRS-72;  Bahan dari :  https://mbarjasanjaya.staff.telkomuniversity.ac.id/renungan-menyongsong-tahun-pelajaran-baru/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close