Psikologi

Lagi tentang ibu versi berbeda

Aku bukanlah anak yang mengucapkan ” HAPPY MOTHER’S DAY ” rutin setiap tgl 22 Desember, tapi aku adalah anak yang mengucapkan : ” Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumma kama¬† rabbayaanii shagiiraa ”

 

Wahai Allah, ampunilah aku dan ibu bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. (Ade R; dari grup WA-VN)-FR

 

Respon dari MAF : Punten pak Ade, konteksnya berbeda. Kalau pendapat pak Ade barangkali rujukan berpikirnya adalah agama. Tentu saja harus diperingati bukan hanya tiap hari, tapi setiap tarikan nafas kita.

 

Sedangkan Hari Ibu yg dirayakan secara nasional tiap tanggal 22 Des, yg diresmikan oleh Presiden Soekarno, landasannya adalah Keppres no. 316/1959, berkaitan dg ultah ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. (MAF; dari grup VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close