Wisata dan Kuliner

Sejarah Kuliner Docang Dan Suguhan Racun Para Wali

(merahputih.com)-Docang, kuliner khas Cirebon yang sedap jika disajikan pagi hari. Docang juga merupakan kuliner legendaris dan memiliki sejarah yang ada hubungannya dengan wali songo, penyebar agama Islam di Jawa.

 

Salah seorang penjual Docang Cirebon, Mang Taro, menuturkan, penjual docang di Cirebon ini umumnya turun-temurun, termasuk dirinya. Ia meriwayatkan, berdasar cerita kakek neneknya, munculnya kuliner docang ini bermula ada seorang pangeran yang membenci para wali, karena menyebarkan agama Islam hingga pelosok-pelosok Jawa, dan kala itu di wilayah Cirebon.

 

Pangeran itu berencana meracuni para wali. Sehingga, sang pangeran jahat itu membuat jenis makanan baru dari sisa-sisa makanan para sultan yang tidak habis. Makanan yang dibubuhi racun itu dihidangkan untuk para wali yang sedang berkumpul di Masjid Agung Keraton Cirebon.

 

Ajaibnya, racun yang dicampurkan ke docang itu tidak berpengaruh. Malah, setelah memakan docang itu, para wali justru menyukai masakan itu. “Itu awal mulanya docang menjadi salah satu kuliner Cirebon yang banyak disukai,” ujarnya kepada merahputih.com.

 

Dari cerita itu, docang jadi makanan asli Kota Cirebon karena dikenal sebagai makanannya para wali. Apalagi saat puasa dan Maulud Nabi Muhammad SAW, pedagang docang banyak berkumpul di sekitar Masjid Agung dan keraton. Dan ini sudah terjadi sejak zaman dulu, turun-temurun.

 

“Kalo bulan puasa banyak pedagang docang yang jualan di sini (kompleks Keraton Kasepuhan),” pungkasnya. Artikel ini berdasarkan liputan Mmauritz, kontributor atau reporter merehputih.com yang bertugas di wilayah Cirebon, Kuningan dan sekitarnya.

 

(Bahan dari : https://merahputih.com/post/read/menguak-sejarah-kuliner-docang-dan-suguhan-racun-untuk-para-wali)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close