RSS Feed     Twitter     Facebook

Mengenal Spyware Pegasus Peretas WA Yang Canggih

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 1 views    Font size:

(cnnindonesia.com)-Jakarta, Masyarakat tengah ramai membahas produk Pegasus, ketika beredarnya kabar bahwa malware mata-mata (spyware) itu dapat meretas ponsel ribuan orang dan melakukan pengawasan.

Beberapa waktu lalu, Facebook Inc menggugat produsen Pegasus, NSO Group tuduhannya perusahaan Israel itu menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang dan melakukan pengawasan.

 

Sekitar 29/4 – 10/5/2019, NSO mengeluarkan kodenya atas server WA milik FB Inc yang menargetkan pengacara, jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembangkang politik, diplomat, dan pejabat senior pemerintah asing lain.

Pada 2/10/2018, terjadi kasus pembunuhan wartawan asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. Programmer Amerika, Edward Snowden menduga Arab Saudi menggunakan spyware Pegasus untuk melacak kegiatan dan menguntit wartawan yang dibunuh di konsulatnya di perwakilan Turki.

 

Snowden yang juga mantan anggota NSA AS ini menyebut salah satu telepon pintar (smartphone) dari rekan Khashoggi yang tinggal di pengasingan di Kanada telah terinfeksi spyware Pegasus. Menurutnya, Saudi bisa mengumpulkna informasi mengenai Khashoggi dengan software itu.

Apa itu Pegasus?

Pegasus itu produk spyware yang didesain memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dll. Spyware ini juga bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat SMS. Pegasus biasanya digunakan pemerintah dan badan intelijen.

 

Menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksin.com, biasanya spyware Pegasus mengeksploitasi celah keamanan WA sehingga dapat mengambil alih perangkat ponsel. Dia menilai hanya pihak WA yang dapat menutup celah keamanan mereka agar tidak disusupi Pegasus.

“Jadi yang bisa dilakukan pengguna, pastikan selalu pakai aplikasi dan sistem operasi yang terupdated [diperbarui],” kata Alfons saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (1/11).

Alfons menyebut Pegasus hanya ditargetkan untuk tokoh-tokoh tertentu dan sulit dideteksi karena Pegasus termasuk spyware yang dinilai cukup canggih. “Agak sulit medeteksi spyware Pegasus karena spyware ini canggih karena kalau targeted jumlahnya sedikit dan lebih sulit diidentifikasi aktivitasnya”.

“Tetapi gejalanya mirip dengan aksi spyware misalnya, baterai cepat habis dan kuota juga cepat habis walau tidak dipakai aktivitas yang berarti,” sambung Alfons. Spyware ini dapat menyerang semua jenis perangkat gadget yang menjalankan sistem operasi iOS maupun Android.

Analis keamanan siber John Snow dari Kaspersky Lab mengatakan, salah satu keunikan dari Pegasus adalah spyware akan hancur dengan sendirinya jika ditanam di perangkat yang bukan target mereka.

 

Untuk menginfeksi perangkat Android, Pegasus memanfaatkan metode rooting atau Frameroot. Sementara iOS, spyware ini menggunakan metode jailbreak atau proses menghilangkan batasan yang diberlakukan oleh Apple.

Sebelumnya, tim Google Project Zero mengungkapkan bukti kerentanan sistem operasi Android yang menyerang sejumlah perangkat ponsel seperti Samsung, Oppo hingga Xiaomi.

Tersiar kabar kerentanan dilakukan salah satu vendor spyware asal Israel yakni NSO Grup dan perangkat lunak yang dimaksud adalah spyware Pegasus. Software itu bisa digunakan untuk menyalin data dan bahkan menghidupkan mikrofon untuk mengubah telepon menjadi perangkat yang mendengarkan.

(din/lav;  Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191102101555-185-445026/mengenal-spyware-pegasus-peretas-whatsapp-yang-canggih)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code