Psikologi

Apa Manfaat Mengeluh

(entrepreneur.bisnis.com)-“Apapun alasannya, mengeluh tap pernah menyelesaikan masalah”

(Muamar Agus Salim).

 

” Duh panas sekali hari ini. Payah banget penjualan bulan ini. Kenapa sih atasan enggak percaya juga ama gua ? Capek deh mendidik anak gua yang satu ini ! Duh, saham-saham gua merosot terus”. Keluhan demi keluhan terlontar dari mulut banyak orang, dalam rupa-rupa kasus.

 

Dan benar, yang dikatakan-Nya di Alqur’an, “Manusia itu mahluk yang suka berkeluh kesah”. Firman-Nya ini tantangan bagi hamba-Nya untuk memperbaiki diri, menjauhi kebiasaan berkeluh kesah. Saya masih terus berjuang, agar kebiasaan mengeluh ini setidaknya berkurang. Perjuangan yang tak mudah.

 

Padahal saya paham apa yang dikatakan Greg S. Reid ini, “Jangan pernah mengeluhkan masalah Anda. Karena 95% orang tidak peduli, dan 5% lainnya gembira karena hal itu terjadi pada Anda”. Lebih buruk lagi, keluhan kita jadi bahan pembicaraan negatif yang menyebar kemana-mana. Keluhan itu seolah siaran ulang berbagai kelemahan kita yang akan didengar banyak orang.

 

” Perjuangan makin berat manakala kita mengeluh dan membandingkan dengan beban orang lain yang terlihat lebih ringan”, kata Harry Slyman. Kita mengeluh dan melihat rumput tetangga lebih hijau. Kita iri nasib orang lain. Padahal, bisa jadi ” Hidup yang Anda keluhkan, adalah hidup yang orang lain inginkan “. Idiom Jawa menyebutnya sebagai ” sawang sinawang “. Saling melihat dan saling mengiri.

 

Nasihat klasik ini relevan. Mari terus belajar sabar. Belajar artian melatih pikiran dan sikap positif yang menolong ‘hasrat’ mengeluh untuk lebih terkendali. Bersabar, bahwa sesudah kegelapan, akan muncul sinar cerah. Bahwa badai pasti berlalu. “Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya tiap saat. Latihannya setiap saat. Ujiannya sering mendadak”.

 

Mengeluh, secara spiritual, itu sikap seakan menyalahkan Dia Yang Maha Kuasa. Segala yang terjadi di alam fana ini semata-mata kehendak Nya. Karena itu, selain sikap sabar yang perlu dilatih, kepandaian bersyukur wajib diasah. “Orang bersyukur selalu bahagia. Tapi orang mengeluh akan merasa kurang”.

 

Mengeluh hanya menambah beban pikiran. Beban pikiran (negatif) hanya berbuah penyakit. Karena kita tahu, separuh dari penyebab penyakit, di luar dari kombinasi pola hidup yang tak sehat, adalah pikiran. Mengeluh dan merasa kekurangan hanya menghasilkan kekecewaan dan kesedihan, yang ujungnya akan membuat hidup menjadi sengsara. Jauh dari nikmat hidup yang kita sebut sebagai bahagia.

 

Khrisna Pabicara bertutur ” Aku ceritakan kesedihanku kepada sungai, agar sungai mengajariku mengalir tanpa sedikitpun mengeluh “.

 

*Penulis buku-buku “Life and Management Wisdom Series” :

  • The Answer Is Love
  • All You Need Is Love
  • To Love and To be Loved
  • Love of My Love

 

(Pongki Pamungkas; Editor : Fajar Sidik; Bahan  dari : https://entrepreneur.bisnis.com/read/20191118/52/1171344/mengeluh-apa-manfaatnya)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close