Iptek dan Lingk. Hidup

LIPI Jelaskan Beda Rafflesia Dan Bunga Bangkai

(cnnindonesia.com)-Jakarta, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan tanaman Rafflesia bukan jenis Bunga Bangkai, tapi jenis tanaman parasit.

“Masih banyak yang salah kaprah bahwa Rafflesia itu bunga bangkai, padahal dia jenis tanaman parasit yang tak punya batang dan umbi,” kata Peneliti Amorphophallus LIPI Yuzammi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/10).

Yuzammi mengatakan Rafflesia mengeluarkan bau busuk yang berasal dari serangga, khususnya lalat untuk membantu penyerbukan. Aroma busuk bunga ini paling kuat saat siang hari setelah 3-4 hari mekar.

Saat mekar, bunganya sendiri bisa memiliki diameter mencapai 70-110 Cm dan tingginya 50 Cm. Sedangkan beratnya  bisa mencapai 11 kilogram.

 

LIPI menyebut bunga ini tersebar di area hutan pegunungan Jawa Barat, hutan dataran rendah pantai selatan Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Taman Nasional Meru Betiri, Kebun Raya Bogor, dan hutan tropis di Sumatera.

“Rafflesia bisa ditanam dimana-mana, tapi paling banyak ditemukan di Pulau Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ucap Yuzammi.

Salah satu jenis bunga Rafflesia yakni Rafflesia Patma pada September lalu kembali mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Mekarnya bunga ini merupakan yang keempat belas kali setelah pertama kali mekar pada 2010.

 

Rafflesia patma adalah spesies tumbuhan parasit yang hidupnya dalam jaringan tubuh tumbuhan inangnya, seperti anggur hutan atau tumbuhan Tetrastigma.

Kebun Raya Bogor masih jadi kebun raya pertama di dunia yang memiliki koleksi ex-situ Rafflesia patma. Salah satu keberhasilan yang dicatat ialah Rafflesia patma koleksi H. Loudon yang berbunga pada 1852.

 

(din/age; Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191003144048-199-436417/lipi-jelaskan-perbedaan-rafflesia-dan-bunga-bangkai)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close