Selingan

Sejarah Fakta Dan Mitos Tahun Kabisat 2020(2/3)

(cnnindonesia.com)-Jakarta, Berikut 10 fakta dan mitos yang dihimpun CNNIndonesia.com seputar tahun kabisat:

 

1-Inggris pernah kehilangan Hari

Inggris pernah kehilangan 11 hari pada tahun 1752 di bulan September. Di bulan itu, kalender melompat dari tanggal 2 langsung ke 14. Dengan kata lain, tanggal 3-13 tidak tercantum di kalender.

 

Hal ini karena sistem penanggalan waktu itu, terutama di kepulauan Inggris dan koloni Inggris, termasuk AS, pakai kalender cacat warisan perhitungan Sosiogenes, kalender Julian.

Padahal, mayoritas dunia mengikuti sistem penanggalan baru, (Gregorian), arahan Paus Gregorius XIII, yang ditetapkan pada tahun 1582. Inggris yang waktu itu menolak mengikuti perintah Roma, kena tulah.

 

Di negara mereka, waktu melompat 11 hari yang menimbulkan kerusuhan. Kerusuhan itu membuat Inggris mengubah sistem penganggalan pakai kalender Gregorian, hingga kini.

 

2-Tradisi Lamaran di Irlandia Skotlandia

Di abad ke-lima, di Irlandia, ada tradisi unik, wanita diperbolehkan melamar kekasihnya pada Hari Kabisat, yakni 29/2. Ini dipicu ketidaksabaran St. Bridget. Dia ajukan mosi pada St. Patrick, karena kaum laki-laki butuh waktu terlalu lama melamar kekasih mereka.

 

Karena itu, St. Patrick memberi waktu satu hari di tanggal 29 Februari bagi wanita untuk melamar pujaan hati mereka.

Legenda di hari itu Bridget menekuk satu lutut dan melamar Patrick. Tapi Patrick menolak. Dia cium Bridget di pipi dan memberinya gaun sutra. Legenda St. Bridget ini dikekalkan Ratu Margaret dari Skotlandia.

 

Tahun 1288, ketika ratu berusia (5), dia menyebutkan 29 Februari seharusnya jadi hari kebesaran bagi wanita, mereka bisa melamar siapapun yang diinginkan. Pria yang menolak harus bayar denda seperti yang dilakukan St. Patrick, yakni memberi ciuman dan gaun sutra.

 

3-Denda untuk pemolakan Lamaran di Tahun Kabisat

Lain cerita dengan di Denmark. Jika pria menolak lamaran wanita pada tanggal 29 Februari, maka dia harus memberi wanita itu 12 pasang sarung tangan. Sementara di Finlandia, pria harus memberi wanita kain untuk membuat baju.

 

4-Larangan Menikah di Tahun Kabisat

Di Yunani, pasangan justru menolak menikah di Tahun Kabisat karena mereka percaya akan membawa nasib buruk. Kepercayaan larangan menikah itu juga dianut warga Italia. Ada peribahasa Italia yang menyebut, “Anno bisesto, anno funesto” yang berarti Tahun Kabisat, tahun sial.

 

(dal/DAL; Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191231141843-199-461330/sejarah-fakta-dan-mitos-tahun-kabisat-2020)-FatchurR * Bersambung…..

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close