Islam

Generasi Muda Depok Kembangkan Wakaf Hidroponik

(republika.co.id)- JAKARTA; Inovasi wakaf terus bermunculan dari generasi muda. Salah satunya Wakaf Hidroponik Greenwelfare yang digerakkan kaum muda millennial berumur 15-20 di daerah Depok, Jabar

Wakaf ini berhasil setidaknya mencukupi kebutuhan sayur mayur sebuah Pesantren Salafi di Daerah Tapos, Depok. Direktur Eksekutif Greenwelfare, Nala Amirah menyatakan dia dan timnya bercita-cita  mempromosikan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan dengan mengkonsumsi makanan berbasis tanaman melalui program Wakaf Hidroponik ini.

“Hasil panen sayuran sebagian untuk pemenuhan kebutuhan para santri di Pesantren Salafi Nurul Huda di Depok dan sebagian lagi dijual,” katanya, Jumat (13/11).

Hasil penjualan digunakan untuk modal penanaman ulang sayur mayur lagi sehingga ada keberlanjutan produksi. Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat menyatakan Wakaf Hidroponik itu contoh baik pelaksanaan prinsip syariah oleh generasi milenial.

Wakaf ini mengumpulkan uang untuk dibelikan peralatan Hidroponik beserta greenhouse. Konsep ini dikenal dengan wakaf melalui uang. Yang diwakafkan peralatan Hidroponik beserta greenhouse yang dikelola oleh Pesantren Salafi Nurul Huda di Depok, Tapos.

“Jika kaum millennial yang berumur 15-20 tahun lebih banyak yang bergerak dan mengembangkan wakaf produktif seperti greenwalfare ini maka akan dapat memajukan wakaf di Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, aktivitas wakaf produktif ini dapat menunjang perekonomian masyarakat. Emir berharap Greenwelfare Indonesia dapat mengembangkan Proyek Wakaf Hidoponik ini lebih banyak kedepannya.

 

(Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Esthi Maharan  Bahan  dari :  https://republika.co.id/berita/qjqp1o335/generasi-muda-depok-kembangkan-wakaf-hidroponik)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close